PENGANTIN PENGGANTI (BAB 100 : PRIA BERBAJU BAJA )
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 100 : PRIA BERBAJU BAJA )
Selesai membersihkan diri dan bersalin pakaian, Khansa dan Leon menemani Nenek sebastian untuk makan malam bersama.
Leon telah menebak
jika Khansa-nya tahu jika dia baru saja menyuntikan dana ke perusahaan Isvara
pasti akan marah kepadanya, karena itu sebelum marah Leon sedikit-sedikit
menggenggam tangan landak kecilnya itu.
Besok mungkin saja,
duri-duri landaknya akan berdiri semua dan tidak membiarkan dia untuk
menyentuhnya. Setelah menemani Nenek Sebastian, mereka berdua kembali ke kamar.
Khansa merasa risih
kepada Leon yang sedikit-sedikit ingin memeluk dirinya. Bahkan sampai ketika
tidur pun, Leon menarik pinggul ramping landak kecilnya itu.
Keesokan paginya,
Khansa merasakan sisi ranjangnya sudah mendingin, Leon sudah pergi sedari tadi.
Khansa sedikit menggeliat, semalam dia tidak berani banyak bergerak ketika Leon
memelukinya. Tidak berani menyinggung Leon kecil.
Khansa memukul-mukul
pelan punggungya, lalu terdengar notifikasi masuk di ponsel Khansa.
Itu adalah pesan dari
Emily, “Lihat trending topik hari ini.”
Khansa pun langsung
berselancar di sosial media. Berita tentang suntikan dana nominal
fantastis di perusahaan Keluarga Isvara menjadi trending topik di media sosial
dan juga menggemparkan seluruh kota.
Presiden Direktur
Sebastian menyuntikan dana 20 Milliar, isi tajuk berita hari ini. Dalam
sekejap, Yenny langsung terkenal, masyarakat memuji Yenny sebagai putri yang
baik dan berbakat jenius.
Banyak partner bisnis
yang mulai mencari Fauzan untuk kembali bekerja sama. Banyak spekulasi media
yang mengatakan jika Presdir Sebastian melakukan ini tentu untuk Yenny Isvara,
mengingat dulu Presdir Sebastianlah yang membantu Yenny masuk ke Univeristas
unggulan.
Memiliki perusahaan
konglomerat terbesar, perusahaan yang Sebastian pegang sangat misterius. Dan
Leon adalah legenda yang tidak dapat di foto oleh majalah mana pun.
Sekarang Presdir
Sebastian, menghabiskan uang untuk wanita cantik, tentu saja ini menjadi topik
hangat untuk dibicarakan. Berita itu langsung saja menguap, meluas, dan Yenny
Isvara tiba-tiba saja menjadi bintang yang paling bersinar.
Sontak saja netizen
pendukung Yenny isvara langsung memberikan puja dan puji kepada Yenny mereka.
[Waw! Apakah ini
artinya Presdir Sebastian telah ditaklukan oleh Dewi kita]
[Menyambut kepulangan
Yenny Isvara dengan 20 Milliar, bukankah ini sungguh hebat]
[Gadis desa! Dewi
Isvara kami telah kembali, sampai kapan pun kau tidak akan bisa menandinginya]
Fauzan juga sama
terkesimanya seperti para Netizen yang sedang menyanjung Yenny. Fauzan terlemas
duduk di sofanya melihat jika sekarang sudah ada 20 Millisr di dalam
rekening perusahaan.
Bukan hanya itu saja,
bahkan sekarang para rekanan yang dulu memutuskan kerjasama dengan fauzan,
ramai menghubungi lagi dan diminta untuk diberi kesempatan bekerja sama lagi.
Mereka melihat aura
Presdir Sebastian di balik penguncuran dana tersebut, karena itu berebut ingin
kembali bekerja sama. Fauzan pun tersenyum puas.
Yenny masuk ke dalam
ruangan Fauzan, dengan segera Fauzan bankit dari duduknya dan menanyakan
pertanyaan tentang dana itu, “Yenny! Apakah benar Presdir Sebastian yang
memberimu 20 Milliar?”
“Ya,” Yenny
menganggukan kepalannya.
Fauzan memandang Yenny
dengan tatapan bangga seperti sedang menatapi monas. Merasa bangga karena tidak
pernah mengira jika Yenny Isvara memiliki hubungan rahasia denhan Presdir
Sebastian.
“Bagaimana kau bisa
mengenal Tuan Sebastian? Apa Presdir Sebastian menyukaimu” tanya Pensaran
Fauzan.
Yenny punya tujuan
untuk menjadi istri Leon, dengan suara lembutnya Yenny berkata, “Ayah, tidak
perlu ikut campur tentang urusan yang ini, yang pasti kedepannya aku akan
menjadi Nyonya Sebastian.”
“Menikah dengan
Presdir Sebastian,” gumam Fauzan dengan mata terbelalak.
Yenny berbalik
bertanya, “Ayah, apa kau akan meneruskan proses perceraian dengan ibu?”
Fauzan setuju tidak
bercerai, “Tidak jadi bercerai, Ayah akan ikuti semua perkataanmu?”
Di ruangan Kantor
Leon, Hansen tiba-tiba saja masuk, “Kak! Apa aku tidak salah baca?”
“Baca apa?” tanya
Leon.
“20 Milliar! Untuk
Yenny Isvara,” jawab Hansen.
“Kakak ipar pasti akan
dengan cepat mengetahui tentang ini? Apa kau tidak takut dia akan marah?”
“Bagaimana jika nanti
ketika pulang, lalu kakak ipar memerintahkan kepada Flash untuk menggigitmu?”
ujar Hansen menakut-nakuti.
“Kakak ipar membenci
saudara tirinya itu, lalu sekarang malah suaminya sendiri mengeluarkan mereka
dari kebangkrutan! Apa kau sedang mencari mati?” tukas panjang Hansen lagi.
Leon mengerutkan
bibirnnya, bukan tidak tahu jika sekali dia menyuntikan dana maka istrinya akan
mengetahui hal ini dengan cepat. Tetapi, dia berpikir berhutang nyawa
pada Yenny Isvara.
Masih di Villa
Anggrek, ponsel Khansa menerima pesan lagi. Khansa membaca pesan dari
Emily yang di akhiri dengan banhak tanda seru, “Apa kau sudah membaca
beritanya???”
Saat ini Khansa hanya
bisa mengigit ujung bibirnya, dirinya tidak pernah berpikir jika suaminya
adalah Presdir Sebastian. Ketika Media ramai mencetak nama Leon Sebastian
sebagai penyuntik dana, barulah Khansa melihat dengan terang benderang jika
suaminya adalah Presdir Sebastian yang misterius melegenda itu.
Meski pernah curiga
jika melihat Aura Leon, sikap dan gerak tubuhnya adalah merupakan gaya aura
pebisnis handal.
“Ya Tuhan! Bukankah
aku pernah mendengar Suzan pernah memanggil dia dengan sebutan Direktur,” gumam
Khansa.
Dengan menggabungkan
ingatan-ingatan tentang Leon dan beberapa informasi dari Emily, maka identitas
Leon sebagai Presdir Sebastian sudah sangat jelas Khansa ingat sekarang.
Leon Sebastian adalah
Presdir Sebastian yang sangat misterius itu, pengusah muda yang sukses,
berkuasa dan kaya raya dan tentu saja Presdir yang telah menghabiskan 20
Milliar demi wanita cantik.
Khansa hanya menjawab
Oh saja atas pesan-pesan dari Emily, dan ini malah membuat Emily yang merasa
gerah.
“Nama panjang Leon itu
adalah Leon Sebastian kan, dan nama panjang Presdir Sebastian adalah Leon
Sebastian, jadi itu adalah suamimu kan!?” tanya Emily lagi.
“Kau tunggu aku, aku
akan segera pulang,” isi pesan Emily menyudahi percakapan mereka.
Emily sedang dalam
pekerjaannya, tapi demi Khansa dia rela mengambil cuti dengan alasan kakinya
terkilir.
Di Villa Anggrek
Khansa masih berpikir, waktu itu suaminya itu dengan secara khusus mensposori
kepergian Yenny keluar Negeri, dan sekarang ketika dia pulang dari luar Negeri
suaminya itu menyambutnya dengam 20 Milliar.
Saat ini yenny sedang
berada di atas awan, gambaran terbaik dari wanita yang mencerminkan pria adalah
alat bagi wanita untuk menaklukan dunia. Leon Sebastian adalah prajurit berbaju
baja yang membenrangkan karpet merah untuk Yenny Isvara.
Khansa tidak pernah
mengira, jika Leon akan terlibat dengan Yenny Isvara, ternyata kartu penting
yang membuat Yenny Isvara berani berkali-kali menyakitinya adalah Presdir
Sebastian, suaminya saat ini.
Ponsel Khansa menerima
notfikasi pesan lagi dari Emily, “Aku telah mengambil cuti, tunggu aku.”
Merasa Khansa tidak
menjawab-jawab, Emily khawatir merasa jika teman baiknya ini baru saja pingsan,
karena masih dalam masa pengantin baru, tapi malah iblis betina datang
mengganggu.
“Khansa … apa kau
pingsan?” tanya Emily dalam pesannya.
Khansa menjawab dengan
santai, “Tenang saja, jangan terlalu khawatir. Urusan ini sangat sederhana.”
ππππππππππππππππππ
BERSAMBUNG

Komentar
Posting Komentar