PENGANTIN PENGGANTI (BAB 13 : CACING KREMI)
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 13 : CACING KREMI)
Maharani memberontak. Tapi, tetap saja pak Arman seperti orang gila dan tidak mengenali wanita di hadapannya ini adalah Maharani, Nyonya Isvara. Pak Arman terus saja memeluki Maharani, kemeja yang Maharani pakai sudah terbuka sampai setengah bahu.
Maharani menendang
bagian bawah Pak Arman, dan itu malah membuat mereka berdua semakin bergumul di
atas ranjang. Pada saat inilah, Khansa segera saja keluar dari kamar suite VVIP
tersebut.
Saat keduanya sedang
dalam situasi kacau balau, polisi masuk dan menangkap mereka atas tuduhan
transaksi asusila.
Petugas polisi pun menarik
Pak Arman dan langsung saja memborgol tangan Pak Arman. Maharani segera saja
membetulkan pakaiannya yang sudah berantakan tak karuan tersebut.
“Transaksi … tidak itu
sama sekali tidak benar!” kilah Maharani membela diri.
“Lihatlah! Aku ini
adalah korban,” jelas Maharani.
Maharani menjelaskan
berkali-kali dan jelas tidak mengakuinya, tapi mau tak mau dia harus ikut
dengan polisi. Salah satu petugas polisi memberikan jaketnya untuk menutupi
baju Maharani yang telah rusak, robek di sana sini.
Petugas polisi
tersebut mendampingi Maharani dan Pak Arman keluar, Setelahnya Leon pun ikut
keluar.
Maharani dikenali
orang saat melewati lobi hotel. Karena saat muda dulu, Maharani bergelut di
dunia film dan kepopulerannya sebagai ratu film pada masa itu telah menjadikan
Maharani benaran terkenal sampai sekarang.
Bahkan meski sudah
tidak bergelut didalam dunia film lagi, Maharani memang pandai berbaur dalam
kalangan dunia sosialita di kalangan istri-istri pengusaha sukses.
Tak jarang pula, para
kolega bisnis Fauzan melihat jika Maharani ini adalah istri sekaligus asisten
Fauzan, karena kerap kali menemani perjalanan bisnis Fauzan di dalam negri atau
pun keluar negri.
Maharani juga pandai
melobi, lihat saja contohnya. Berhasil melobi Pak Arman, bahkan sebanyak dua kali,
meski keduanya digagalkan oleh Khansa.
Maharani berusaha
menutupi wajahnya, namun tetap saja orang-orang yang ada di lobi mengenalinya,
Ini adalah ratu film yang terlihat baru saja ditangkap oleh polisi dan juga ada
seorang laki-laki disampingnya dengan keadaan tangan diborgol.
Mengetahui bahwa
jika itu adalah ratu film, maka orang-orang yang lewat berfoto-foto
dengan heboh dan dengan cepat berita penangkapan tersebut langsung saja masuk
trending topik.
……
Saat ini, Fauzan sedang berada dalam perjamuan bisnis. Beberapa rekan bisnis
dan temannya bertanya kenapa Maharani tidak datang.
“Mengepa Nyonya Isvara
tidak ikut menemani?” tanya salah satu kolega bisnisnya itu.
“Istriku sedang
melakukan tugas penting,” jawab Fauzan.
“Pak Fauzan ini
benaran pengusaha hebat dan beruntung karena memiliki pendamping yang sangat
hebat,” ujar salah satu dari mereka lagi.
“Ya tidak hanya
cantik, namun juga pandai bertransaski bisnis,” salah satu dari mereka
menimpali lagi.
Fauzan sangat bangga
saat mendengar mereka berkata Maharani sang Ratu film bisa menjadi istri yang
baik dan juga mampu membantu bisnisnya menjadi semakin besar.
Ketika sedang
menikmati sanjungan, pujian yang membuat Fauzan merasa melayang ke langit ke-7
itu, seketika saja kesenangannya dibuyarkan oleh deringan dari ponselnya.
Polisi menelepon saat
Fauzan sedang bangga-bangganya. Merasa jika ini adalah telpon dari Maharani,
maka tanpa berpikir panjang Fauzan menjawabnya dalam mode pengeras suara, namun
betapa terkejutnya ketika suara yang menyapa Fauzan adalah polisi.
“Pak Fauzan! Istri
anda saat ini di kantor polisi. Ditangkap karena tuduhan bertransaksi asusila,”
jelas polisi tersebut.
Semua orang di sana
mendengar kalau Maharani terjerat transaksi asusila dan polisi meminta Fauzan
pergi mengurus administrasi. Fauzan langsung saja mematikan mode pengeras suara
ponselnya, dan berdiri, berpindah tempat untuk menjawab panggilan itu dengan
serius.
Semuanya langsung saja
mencari berita tentang apa yang baru saja mereka dengar, membaca berita melalui
ponsel, lalu langsung menertawakan Fauzan.
“Baik saya akan segera
kesana,” jawab Fauzan setelah mengetahui apa yang terjadi.
Tanpa berpamitan,
Fauzan langsung saja meninggalkan tempat perjamuan bisnis itu, saat ini Fauzan
mana ada muka untuk berpamitan dengan para kolega bisnisnya itu. Sedetik baru
saja mereka memuji setinggi langit, dan sekarang malah sudah menjatuhkannya.
Fauzan bergegas ke
kantor polisi dengan emosi. Di kantor polisi, Maharani terus berkata kalau dia
dicelakai oleh Khansa.
Fauzan terus bertanya
padanya apakah hotel dan berita itu semuanya perbuatan Khansa? Maharani
mengiyakan dan ditampar oleh Fauzan.
“Khansa baru saja
datang dari desa, kau pikir dia memiliki kemampuan seperti itu!” hardik Fauzan.
Maharani tidak pernah
dipukul oleh Fauzan sejak menikah. Fauzan sangat menyayanginya. Dalam sekejap,
seluruh kebencian tertuju pada Khansa. Maharani benar-benar merasa bodoh karena
sudah menganggap rendah otak Khansa.
……
Simon yang sedari tadi
menonton semua kejadian ini langsung bertepuk tangan senang, “Leon, kakak
iparku ini sungguh hebat, ya. Dengan semua kejadian ini, ibu tirinya tidak akan
hidup tenang lagi.”
Leon memasukkan kedua
tangan ke dalam saku celana tanpa ekspresi terkejut. Istri kecilnya ini selalu
saja memberi kejutan padanya setiap hari.
Leon merasa Khansa ini
seperti sebuah teka-teki yang memikatnya dengan perlahan-lahan tapi, pasti.
“Aku pergi dulu,” ujar
Leon.
Leon baru saja
mau pergi, tapi saat ini Jihan muncul di hadapannya. Jihan memang jahat,
tapi syukurlah tidak mewarisi sifat ibunya yang penuh intrik. Dia kasar dan iri
hati, sungguh tidak manis.
Jihan masih tidak tahu apa yang terjadi dengan orangtuanya karena dia terus
fokus dengan Leon, Sugar baby ini.
Jihan menghalangi
jalan Leon, “Hei! Sugar baby … kau ikut dengan aku saja,” ujar Jihan.
Jihan mengeluarkan
secarik cek, “Uang ini untukmu dan kelak jangan ikut dengan Khansa lagi!”
Leon mengernyitkan
alisnya, mentertawai angka nominal yang ada tertera di ceknya itu. Dalam satu
malam dengan angka nominal yang Jihan tawarkan itu lebih rendah dari harga
makan malam mewah yang pernah Leon cicipi, hanya untuk 12 menu makanan saja
Untuk makan di
restoran mewah itu, Leon pernah mengeluarkan uang sebesar 1.650 Euro atau
sekitar Rp 28,3 juta persatu porsi, jadi itu setara dengan tiga ratus juta
lebih. Namun, bagi Jihan ini adalah tabungan seumur hidupnya.
Kepalang jatuh cinta
dengan Leon, maka Jihan pun rela merogoh semua tabungannya bahkan tak segan
meminjam sedikit kepada temannya, hanya demi menjadikan Leon sugar baby
miliknya.
Berharap jika Leon
benaran tertarik dengan dirinya dan juga kekayaannya, Jihan masih tak mau kalah
oleh Khansa. Statusnya hanya anak buangan yang baru saja datang dari desa, lalu
mengapa sudah mendapatkan sugar baby seperti Leon ini, yang ketampanannya tiada
dua duanya.
“Ini uang yang banyak
lho! Jangan bilang kau mau menolaknya ya!” bujuk Jihan dengan suara genit
manja.
Leon lebih tertawa
lagi karena mendengarkan perkataan yang menjijikan dari Jihan tersebut, ini
sama saja seperti sejenis cacing kremi yang ingin melahap seekor phyton, hal
yang tidak akan mungkin terjadi sampai kiamat terjadi pada bumi.
Novel PENGANTIN PENGGANTI bab 13 selesai

Komentar
Posting Komentar