PENGANTIN PENGGANTI (BAB 17 : PESAN SUARA )
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 17 : PESAN SUARA )
Emily Kurniawan adalah sahabat terbaik yang Khansa miliki dari sejak kecil, hubungan keduanya sangat baik, waktu kecil tidak ada yang percaya pada Khansa, dan hanya Emily lah satu-satunya orang yang mempercayainya. Waktu itu Emily lah yang habis-habisan menghibur hati Khansa agar tidak bersedih hati.
Ayah kandungnya malah
menyalahkan dan menuduh Khansa secara brutal seakan Khansa lah penyebab kakek
Isvara celaka, bahkan melabeli Khansa dengan label anak pembawa sial, dan juga
malah mengirimnya jauh-jauh, mengasingkannya.
Khansa dipulangkan ke
desa pada usia sembilan tahun, saat itu Emily berpamitan dengannya sambil
menangis tersedu-sedu karena merasa tak rela untuk berpisah dan benaran tak mau
ditinggal pergi oleh Khansa.
Selama beberapa tahun
belakangan, Emily akan pergi ke tempat Khansa hanya untuk numpang makan dan
tidur di setiap ada hari libur. Dan sekarang ini Emily sudah menjadi salah satu
dari empat artis ternama di tanah air.
Pengaruh Emliy juga
termasuk dalam hitungan orang yang berpengaruh dalam dunia entertain karena
Emily memiliki pengikut yang banyak di akun media sosialnya. Selain menjadi
artis ternama, Emliy juga menjadi selebgram dengan penghasilan tertinggi.
“Ting” notifikasi
pesan masuk lagi ke ponsel Khansa, dengan cepat Khansa pun menjawab pesan suara
Emily lagi, “kau ini sudah jadi artis besar lho, benaran terharu lho ternyata
masih ingat aku.”
Tak butuh waktu lama,
Emily pun membalas pesan suara yang tadi Khansa kirimkan. Khansa membuka pesan
suara itu,suara manis Emily segera terdengar.
“Sasa, ngapain sungkan
begitu, tenang aja, hal ini kuserahkan pada asisten nomor satu aku kok, ayahmu
itu atau juga team humas ibu tirimu itu tak akan pernah bisa menyelidikinya.”
Suara Emily sangat
enak didengar, tipe suaranya bisa membuat para pria terpana saat mendengarnya.
Tentunya paras dan
suaranya pastilah sesuai, sebagai wanita tercantik di kota ini, Emily memulai debutnya
dua tahun yang lalu, dan saat ini dia sudah menjadi salah satu dari empat artis
ternama.
“Melihat statusmu yang
nanti akan menjadi ratu film. Ya, ya aku percaya penuh pada kemampuanmu dan
kemampuan asiatenmu itu,” isi pesan suara Khansa kepada Emliy.
Kali ini Emily membuat
Fauzan benaran merasa kelabakan, meskipun Maharani akan curiga, tapi
Fauzan juga pasti tidak akan percaya kalau putrinya yang baru pulang dari desa
bisa punya kemampuan untuk memporak-porandakan dunia hiburan. Fauzan dan team
humas Maharani sibuk meredam berita heboh tentang aib ratu film ini.
Fuazan dan Maharani
juga masih ribut-ribut dikantor polisi. Maharani masih bersikeras jika Khansa
lah otak dibalik kehebohan ini, sementara itu, Jihan masih merasa takut
gemetaran karena ancaman preman tadi. Beda hal dengan Khansa dan Emily
yang malah sedang memulai obrolan santai mereka.
“Ei … apa yang aku
dengar itu benar?” tanya Emliy penasaran.
“Gosip apa yang sudah
kau dengar?” tanya balik Khansa di pesan suaranya.
“Kau punya sugar baby,”
jawab Emily bersemangat.
“Kau ini benaran deh
…” jawab Khansa tertawa dalam pesan suaranya.
“Ayo! Cepat cerita ke
aku!” pinta Emliy dengan tidak sabar lagi dalam pesan suara yang baru saja
dikirimkannya kepada
Khansa.
Emily mulai penasaran
dengan identitas si sugar baby. Emily adalah wanita tercantik di kota
Palembang, jangan lihat aura dewinya yang mempesona saat berjalan di red
carpet, tapi sebenarnya dia ini suka bergosip, sepertinya sudah ada yang
menyampaikan gosip tentang Khansa ke telinganya.
Karena itu tingkat
penasaran Emliy sangat tinggi, apalagi ini tentang pria yang dekat dengan
Khansa, kawan baiknya.
Pada saat ini, pintu
kamar tiba-tiba terbuka, sebuah sosok tinggi dan tampan berjalan masuk, orang
itu adalah Leon yang kembali dari ruang kerja. Mungkin saja karena merasa
bersalah, Khansa yang tadi masih dengan posisi berbaring di ranjang
seketika saja bangun dan duduk tegap sambil merapihkan rambutnya dengan
jari-jari tangannya yang lentik itu, sangking merasa gugup.
Leon masuk ke dalam
kamar, dia mengangkat tangannya dan melepaskan dua buah kancing pada kemeja
hitamnya, tulang selangkanya yang indah terlihat, kemudian dia menoleh untuk
melihat gadis yang ada di tepi ranjang, mata Khansa dan mata Leon saling
memandang sebelum Khansa sempat memalingkan wajah kareba malu-malu.
Tatapan keduanya
saling bertemu, Leon menaikkan sudut bibirnya dan berkata, “Ada apa?”
“Tidak … tak ada
apa-apa kok, “ jawab Khansa menghindar.
Lalu terdengar bunyi
“ting ting”, ada chat masuk di ponsel Khansa. Pandangan Leon tertuju pada
ponsel Khansa, “Kenapa tak dilihat?”
“Ini lagi lihat,"
jawab Khansa lalu mengambil ponsel yang ada di sebelahnya itu. Dengan reflek
cepat Khansa membuka pesan suara yang Emily kirimkan.
Karena merasa gugup
Khansa membuka pesan suara yang dikirim oleh Emily dan sedikit lupa jika Leon
baru saja masuk.
“Sasa, aku percaya
sama seleramu, jadi sugar babymu itu pasti tampan banget, yang paling penting
dia pasti punya pinggang kuat, kan?”
“Hissh anak ini,”
gumam Khansa seraya melirik ke arah Leon.
Wajah Khansa langsung
memerah begitu mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Emily dengan nada
genit, Khansa hampir saja membanting ponselnya, ingin rasanya sekarang bisa
menggali lubang dan masuk kedalamnya, bersembunyi.
Kemudian, sambungan
pesan suara baru pun mulai terdengar lagi, “Sasa, itu loh, kamu tahu kan, dulu
waktu kita curi-curi nonton kan udah janji mau cari pasangan yang punya
pinggang kuat, terus tidak lemah.”
“Masih ingat kan?” isi
pesan suara Emily lagi.
“Ya Tuhan Emily,”
gumam Khansa melirih pelan, sambil memandangi wajah Leon lagi.
Suasana kamar sunyi
senyap, sehingga pesan suara Emliy terdengar sangat jelas mengudara ke telinga
Leon.
Khansa memasukan
ponselnya ke dalam selimut, ingin sekali rasanya dia mencari lubang dan
bersembunyi di dalam.
Topik ini tidak ada
apa-apanya jika hanya mereka yang tahu, tapi sekarang malah didengar oleh
orangnya sendiri, sungguh ini jadi terasa sangat canggung.
“Uhm… anu, Tuan Leon,
aku mau… mandi dulu…” Khansa bergegas cepat kabur ke dalam kamar mandi.
Leon menaikan satu
alisnya, sedikit tertawa mendengar isi pesan suara tadi. Merasa lucu jika
dirinya sedang jadi bahan gosip istri dan temannya itu.
Dia berdiri di depan
wastafel dan mengambil handuk, dia merasa ujung jarinya mengeluarkan hawa
panas, kemudian dia melihat Leon dari cermin yang mengkilap.
“Astaga …” gumam
Khansa terkejut.
“I-itu … dia mau apa?”
pikir Khansa sembari memandangi Leon dari Cermin dengan wajah yang memerah.
“I-ini tidak mungkin
kan! Dia minta mandi bersama,” pikir Khansa lagi.
Hati Khansa semakin
berdegup kencang ketika melihat Leon berjalan ke arahnya dengan pasti, kedua
tangannya dimasukkan ke dalam saku celana sambil bersandar di pintu.
Novel PENGANTIN PENGGANTI bab 17 selesai
Bagaimana menurut kamu
kisah cerita dalam novel PENGANTIN
PENGGANTI bab 17 ini, apakah bisa memberi inspirasi dalam kehidupan
sehari-hari. Oh ya bila kamu ingin membaca novel populer dengan judul yang
lain, kamu bisa menemukan di aplikasi membaca novel gratis populer. Contohnya innovel dan noveltoon. Bisa langsung unduh langsung aplikasinya gaessss

Komentar
Posting Komentar