PENGANTIN PENGGANTI (BAB 20 : GAUN NT)
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 20 : GAUN NT)
Jane lalu melihat gaun di badan Khansa. Gaun ini adalah gaun terbaru dari merek NT yang sangat terkenal di seluruh dunia, Jane baru saja melihatnya di majalah terbaru dua hari yang lalu, dan sangat menginginkannya.
Tapi tidak bisa
mendapatkan, sedangkan Khansa malah sudah mengenakannya. Sungguh melihatnya
seperti baru saja merasakan ledakan iri maha dashyat di hati Jane.
Membandingkan kedudukan
terhormatnya dengan kedudukan Khansa, seorang gadis yang baru saja datang dari
desa, tapi malah sudah mengalahkannya dalam hal gaya juga pria.
Tingkat level
kebencian Jihan kepada Khansa pun naik menjadi sepuluh kali lipat dari
sebelumnya. Jane benar-benar tidak bisa menerima kalah telak dari Khansa.
Jane sulit
mempercayainya, pikiran liciknya mengatakan jika gaun yang Khansa pakai
sekarang adalah barang tiruan edisi premium.
Jane pun dengan
lantang malah megejek, merendahkan Khansa, Jane sengaja mengencangkan suaranya
agar semua yang disana dapat mendengar perdebatan mereka.
“Bajumu ini tiruan
bukan?” ujar sengit Jane.
“Sudah mengaku saja,
Hah! Benaran bikin malu, pergi ke pesta mewah, memakai baju tiruan.” desis
jijik Jane kepada Khansa.
“Sungguh kau ini ya
benaran merusak nama keluarga Isvara,” ujar Jane lagi.
Khansa memutar kedua
bola matanya, memberi tanda jika dirinya sedang malas berdebat dengan Jane,
meskipun di rumah ada sebuah lemari pakaian, yang disiapkan oleh Leon untuknya.
Namun, dia sama sekali tidak ingin menggunakan hal ini untuk pamer ketika
menghadapi orang lain yang sejenis Jane dan Jihan.
Jika Khansa ingin
pamer maka seketika saja pasti bola mata Jane akan lepas dari tempatnya dan
otak dan hatinya akan meledak karena terlalu mendidih dan panas hati.
Khansa memberikan
senyum provokasi kepada Jane, memberi senyum malas meladeni manusia kuman
seperti Jane, yang mudah sekali bertebaran dimana-mana.
Tak disangka
malah Jane melangkah maju dan merobek gaun Khansa, Khansa juga jelas tidak mau
kalah, dia juga merobek gaun Jane, keduanya hampir saja berkelahi besar.
“Dasar kampungan!”
pekik Jane seraya menunjuk-nunjuk Khansa.
Khansa hanya diam
sambil menyunggingkan senyum provokasinya lagi dari balik cadar setengah
tipisnya itu. Meski tak kentara namun itu masih saja terlihat siluet senyum
mengejek dari khansa yang dia lemparkan untuk Jane.
Jane bersungut dengan
sengitnya seraya membenarkan bentuk baju dan rambutnya, sementara Khansa
terlihat lebih tenang seakan tidak terjadi apa-apa, melihat hal ini umpatan
Jane kepada Khansa pun semakin kasar.
“Dasar gadis
kampungan, tidak punya tata krama. Kau memang pantas menikahi pria penyakitan.
Dasar wanita munafik,” hina Jane kepada Khansa.
“Kau ini hanya hewan
peliharaan keluarga Isvara, jangan besar kepala kau!” hina hardik Jane lagi.
“Kita lihat jika suami
penyakitanmu itu mati, kita lihat saja siapa yang akan mau menampungmu lagi,”
tukas Jane masih dengan bersungut berbalut amarah yang sudah sampai di atas
ubun-ubun kepalanya.
Khansa tetap acuh tak
acuh dengan caci maki serapah Jane yang ditujukan untuk dirinya itu. Bagi
Khansa menghadapi seseorang seperti Jane, belum ada apa-apanya dibanding dengan
binatang buas. Pernah sekali waktu, Khansa sedang asyik bermain dengan anak
harimau, bercanda membelai.
Tiba-tiba saja induk
anak harimau tersebut keluar dari semak-semak, dan menatapi Khansa, dari
tatapan yang Khansa tangkap maka Khansa meyakini jika dia sedang dalam bahaya,
Khansa pun sudah memasang kuda-kuda lebih dulu untuk lari. Si induk anak harimau
itu menyangka jika Khansa akan mencelakai anaknya, karena itu merasa marah.
Lalu dengan
semerta-merta saja Khansa di kejar oleh induk harimau tersebut. Demi
menghindari induk harimau tersebut Khansa berlari dengan sangat cepat lalu
langsung meraih dahan batang pohon terdekat yang bisa dia gapai, lalu
mengangkat kakinya tinggi-tinggi untuk menghindari amukan si induk harimau.
Karena pengalaman inilah, Khansa bisa dengan gemulai menari tarian tiang pole
di Bar 1998.
Jadi jika hanya
masalah bertengkar dengan Jane Gautama ini, maka itu tidak membuat Khansa takut
sama sekali. Maharani melihat hal ini, keduanya pun dihentikan oleh Maharani
yang turun untuk melayani tamu.
“Kalian berdua!
Berhenti bertengkar!” perintah Maharani.
“Benaran bikin malu!
Dilihat banyak orang,” ungkap Maharani.
“Kau! Bawa dia
keatas!” perintah Maharani kepada salah satu pelayan.
“Apa kau sengaja mau
menghancurkan pesta Jihan, kami tahu! Kau selama ini tinggal di desa. Dan kami
sudah berbaik hati menjemputmu pulang lho,” ujar Maharani dalam aktingnya,
sengaja mengeraskan suaranya agar orang-orang yang melihatnya bersimpati kepada
Jihan dan merutuki Khansa.
“Aku mohon ya! Jangan
merusak pesta Jihan ini!” pinta Maharani memelas dengan mata berkaca-kaca.
Maharani meminta
pelayan untuk membawa Khansa ke lantai atas untuk berganti pakaian saat melihat
gaun di badan Khansa yang sudah buruk rupa.
“Bawa dia keatas, dan
dandani dengan rapih. Bagaimanapun juga dia adalah putri keluarga Izvara, meski
bukan putri kandungku,” tutur Maharani memperjelas di bagian tidak
sekandungnya.
Maharani jelas telah
sukses, membuat seakan-akan dia adalah ibu tiri yang baik dan pemaaf di depan
mata orang banyak. Sementara Khansa adalah anak tiri yang menyebalkan,
pendendam dan menyusahkan keluarga karena terlalu liar dan tidak bisa diatur.
…….
Pelayan membawa Khansa
ke ruangan VIP, lalu memintanya menunggu sebentar. Dan tak berapa lama kemudia
pelayan tersebut datang membawakan sebuah gaun baru untuk Khansa, gaun ini juga
buatan NT.
Khansa hanya
memandangi gaun yang baru saja dipakainya, tidak ingin terburu-buru untuk
memakainya. Tapi, pelayan itu terus-menerus menyanjungnya dan menggunakan
segala cara agar Khansa mau mengganti , memakai gaun itu. Perintah Maharani
sudah sangat jelas ke pelayan yang mbawakan gaun itu untuk Khansa, apa pun
caranya pelayan itu harus bisa membujuk Khansa agar mau memakai gaun itu di
tubuhnya.
Khansa menyadari ada
masalah dengan pelayan dan gaun ini, “Pelayan ini sungguh mencurigakan,” pikir
Khansa. Namun, dia tersenyum dan tetap memakai gaun NT yang disediakan oleh
pelayan tersebut.
Di dalam aula pesta…
Jihan memastikan
lagi kepada Ibunya itu apakah Khansa sudah mengganti gaunnya.
Maharani mengangguk sambil tersenyum.
“Sudah, tenang saja,
pelayan sudah berhasil membujuknya.”
Mendengar jawaban
ibunya, Jihan pun merasa sangat girang, dalam pikirnya, ini balas dendamnya
akan segera mengenai Khansa
“Bagus, kita sudah
rugi banyak gara-gara si Khansa kampungan itu, hari ini kita harus kerjain dia
habis-habisan, hanya saja sayang banget gaun putri NT itu, aku belum pernah
memakai gaun dari NT kan bu.”
Maharani
menunjuk-nunjuk kepala Jihan, “kau ini kapan pintarnya sih?” tanya Maharani
berbalut kesal.
“Dalam sebuah master
rencana besar, maka harus ada yang dikorbankan,” jelas Maharani kepada Jihan.
“Kalau mau berhasil ya
harus berkorban, nanti kalau reputasi Khansa sudah hancur, Ibu akan pikirkan
cara lagi untuk dapatk gaun NT untukmu.”
Novel PENGANTIN PENGGANTI bab 20 selesai
Bagaimana menurut kamu
kisah cerita dalam novel PENGANTIN
PENGGANTI bab 20 ini, apakah bisa memberi inspirasi dalam kehidupan
sehari-hari. Oh ya bila kamu ingin membaca novel populer dengan judul yang
lain, kamu bisa menemukan di aplikasi membaca novel gratis populer. Contohnya innovel dan noveltoon. Bisa langsung unduh langsung aplikasinya gaessss

Komentar
Posting Komentar