PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 22 : PEMBUKTIAN )
PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 22 : PEMBUKTIAN )
Semua orang yang hadir adalah penggemar berat gaun keluaran NT dan ada salah satu dari mereka yang berinisiatif memeriksa keaslian gaun yang dipakai Khansa. Untuk memastikan apa memang benar gaun itu tiruan premium, seperti pengakuan Khansa.
[ ini benaran gaun
tiruan premium, aku bisa menjaminnya 100%]
Beberapa tante kaya
pun ikut maju dan mulai ikut memeriksa keaslian gaun yang Khansa kenakan, memperhatikan
dengan lebih jelas.
[Ya ini benar-benar
gaun tiruan]
Maharani dan Jihan
kebingungan, Jihan langsung berlari ke depan karena tidak percaya gaun itu
tiruan, “Tidak mungkin,” ujar Jihan.
Para Penggemar NT itu
mengetahui jika model terbaru gaun NT yang saat ini membalut tubuh Khansa
adalah gaun stardust yang memiliki 50 batu berlian dan 50 batu swarovski,
juga berkombinasi dengan sutra kualitas terbaik.
Sutra yang terbuat
dari proses yang terbilang “kerja tangan alam”. Sutra sejenis serat protein alami
yang ditenun jadi bahan kain.
Harganya pun
menjadi lebih mahal karena diproduksi terbatas, karena itulah tidak semua orang
bisa memiliknya.
Jadi bagi siapa-siapa
yang berhasil mendapatkan koleksi gaun ini, maka akan menjadi orang terkenal di
jagat dunia fashion dan pergaulan di kalangan sosialita elit.
Seorang Tante kaya,
yang ahli dalam hal sutra pun membuka suara. Sembari menelisik tubuh Khansa
yang berbalut gaun NT itu.
[Ciri-ciri kain sutra
yang mudah dikenali adalah kelembutannya langsung bisa kamu rasakam, begitu di
pegang terasa jatuh karena halus]
[Kain sutra yang biasa
di pakai oleh semua gaun NT terlihat mengkilap jika terpantul cahaya, karena
protein yang dihasilkan oleh ulat sutra yang terdapat dari serat sutra]
Mendengar tante kaya
tersebut menjelaskan tentang kualitas sutra gaun NT asli, maka Maharani pun
meminta bantuan tante kaya tersebut untuk membuktikan jika Khansa sedang
mengatakan kebohongan dan ingin mempersulit Jihan dengan menfitnahnya.
“Apa kau bisa
membuktikan apakah gaun ini asli atau tiruan!” pinta Maharani.
“Tentu saja,” jawab
Tante kaya tersebut seraya lebih mendekat lagi kepada Khansa.
Tante kaya tersebut
meminta korek api, lalu bersimpuh dan mengambil sedikit ujung bawah gaun
Khansa.
Menyalakan korek api
dan mulai membakarnya. Ketika api kecil itu membakar bagian bawah gaun Khansa
maka itu dengan cepat membakar ujung gaun Khansa.
Tante kaya itu segera
mematikan api kecil di ujung Gaun Khansa, lalu berdiri, tante kaya itu
sedikit menepuk-nepuk tangannya dan berdehem lalu mengatakan analisanya “Gaun
ini tiruan.”
Semua tercengang
mendengar penjelasan dari tante kaya tersebut, namun mereka mempercayainya
karena tante kaya itu adalah pengusaha sutra yang terkenal sudah mengekspor
hasil kain-kain sutranya ke Asia dan ke Eropa. Namun, Maharani tidak
terima malah balik menghardik tante kata tersebut.
“Kau … apa yang kau
katakan, jangan menuduh!”
Tante kaya tersebut
pun tertawa kecut, lalu menjelaskan jika Serat benang yang asli ketika dibakar
tidak akan cepat habis dan mengeluarkan bau khas seperti rambut terbakar.
“Jadi dari sini saja
sudah jelas terlihat ada perbedaan, dan NT tidak akan pernah mau memakai bahan
tiruan yang akan merusak reputasi mewah mereka selama ini.”
“Dan juga batu-batu
ini, setengah palsu, setengah asli,” jelas salah satu pria yang ada di sana.
Salah satu pria paruh
baya, yang gemar mengkoleksi batu-batu berharga pun maju dan mengecek taburan
batu-batu berharga yang ada di gaun yang dipakai oleh Khansa.
Terlihat pria itu
menaik turunkan kacamatanya, pria tersebut sedang mengecek kilau cahaya berlian
tersebut.
Berlian memiliki
pantulan cahaya yang unik. Batu berlian akan berwarna abu-abu dan putih,
sementara batu permata yang lain akan berwarna pelangi, sebuah berlian palsu
akan memiliki warna pelangi.
Pemerhati berlian
tersebut juga memperhatikan bias cahaya dari berlian yang ada di gaun Khansa,
“cahaya batu ini tidak terang, aku bisa mengatakan 100% yakin setengah dari
batu berlian ini adalah benaran palsu.”
Wajah Maharani sudah
mulai tidak enak dipandang, semua orang merasa tidak enak hati sudah salah
paham pada Khansa dan bertanya-tanya kenapa Khansa memakai gaun NT tiruan untuk
menghadiri acara ulang tahun ini.
[Kasihan sekali dia,
bahkan Ayahnya yang kaya itu tidak mau membelikan gaun yang pantas untuk putrinya
itu]
[Apa salahnya!
Membelikan gaun edisi asli, meski pun itu bukan gaun keluaran NT]
[Mereka ini kaya! Tapi
nampaknya pelit sekali juga perhitungan. Acara di tempat mewah tapi malah
membiarkan putri sendiri memakai baju tiruan]
Khansa berlagak bodoh
dan pura-pura sedih, dia menjebak Maharani demi mendapat belas kasihan dari
ayahnya.
Khansa menatapi Fauzan
dengan mata berkaca-kaca, mencari jejak apakah masih ada sisa kasih sayang
untuk dirinya. Semua orang pun mulai membincangkan keluarga Isvara ini.
[Di dunia ini sedikit
sekali ibu tiri.yang benar-benar baik, yang hati dan perkataannya sesuai]
[Maharani ini
benar-benar ratu film, pandai sekali berakting menfitnah orang]
[Apakah hati ibu dan
anak terbuat dari api setan? Mudah sekali menfitnah orang, lalu berpura-pura
jadi korban dan orang baik]
Situasi berubah dengan
sangat cepat dan membuat Maharani tidak sempat menyerang kembali. Maharani
bingung kenapa gaun NT yang dibelinya bisa jadi tiruan premium.
“Ini mengapa jadi
begini,” gumamnya pelan dalam limbung.
Jihan juga sama
limbungnya dengan Maharani. Merasa malu dan bingung, mengapa senjata yang
mereka lemparkan ke Khansa malah berbalik menancap ke mereka.
Bukan hanya Jihan dan
Maharani yang merasa malu, Fauzan pun kembali merasa malu dan raut
wajahnya merah padam. Jihan tidak tahu harus bagaimana.
Jihan ingin menyerang
kembali, tapi Maharani membentak Jihan dan memelototinya karena semua orang
tidak akan percaya kalau Maharani membeli gaun tiruan, serta akan curiga kenapa
Jihan bisa begitu yakin.
Kini Maharani hanya
bisa menggertakkan gigi dan sadar kalau dia kembali dikerjai oleh Khansa! “Anak
ini! Benar-benar tidak bisa diremehkan,” gumam pelan Maharani.
Sebagai artis papan
atas di jamannya, dan gelar ratu film yang masih tersemat pada dirinya, maka Maharani
pun segera berpikir cepat untuk segera memainkan peran.
Maharani ini ahli
bersandiwara dan mengambil inisiatif untuk lebih dulu meminta maaf pada
Khansa, demi mencairkan suasana acara ulang tahun Jihan ini.
“Khansa! Jangan
begini, ini acara penting adikmu lho, a-aku … aku minta maaf jika salah
mengenali.”
“Anggap hal ini tidak
pernah terjadi ya!” pinta Maharani.
“Jangan marah
tersinggung ya, sekali lagi benaran maaf!” tambah Maharani lagi.
Khansa tidak mau
bekerjasama dengan Maharani untuk bersandiwara dan memilih pergi meninggalkan
Maharani yang sedang merasa super canggung dan sibuk menutupi kebohongannya
yang memang sedari awal ingin menjebak dan mempermalukan Khansa.
Khansa keluar dari
ruangan pesta dan mengeluarkan ponselnya, saat ini ada sebuah pesan yang
masuk"Bagaimana? Apa berhasil mengacaukan situasi?"
Terima kasih
teman-teman telah menyelesaikan bacaan dari novel PENGANTIN PENGGANTI Bab 22 di blog ini, semoga ini menjadi hal yang
menyenangkan dalam mengisi waktu luang kamu. Untuk membaca bab berikutnya, kamu
bisa klik next atau postingan terbaru dari bab ini.
Anda bisa membagikan
link website novel ini kepada teman atau keluarga anda.
Jumpa lagi di bab
berikutnya kakaaakkkk....

Komentar
Posting Komentar