PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 23 : BATAL BERJODOH)
PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 23 : BATAL BERJODOH)
Rupanya itu pesan dari Emily,
“Sempurna,” balas isi pesan Khansa kepada Emily.
Emily memuji Khansa hebat! Sejak kepulangan Khansa dari desa, dari awal
Khansa sudah meminta bantuan Emily untuk mengawasi gerak-gerik Maharani di
dunia hiburan.
Karena bantuan kawan baiknya itu, barulah bisa tahu kali ini Maharani
membeli satu gaun NT dengan menggunakan koneksinya di dunia hiburan ini.
Sehingga memudahkan Khansa untuk mawas diri, dan menyusun rencana
penyelidikannya.
Khansa tahu ulang tahun Jihan sudah dekat, dan meminta bantuan Emily lagi
untuk mengganti gaun NT itu dengan tiruan premium.
Tak pernah sangka jika Gaun NT itu dari awal memang disediakan untuknya.
Namun, hanya untuk menjebak dan mempermalukan dirinya. Jadi ketika tadi baru
saja mengetahui rencana busuk tersebut, Khansa malah semakin bersemangat
menaklukan ibu dan anak tersebut, Khansa berpura-pura masuk dalam jebakan
mereka dengan mengikuti bujukan mencurigakan dari pelayan yang membawa baju itu
kepadanya dan terus memaksanya dengan sopan agar mau memakai gaun NT tersebut.
Hari ini Khansa bukan hanya memberikan tanparan kepada Maharani dan Jihan.
Namun, juga memberikan tamparan kepada Fauzan Isvara, ayah kandungnya.
“Ha ha ha, ingin sekali berada di sana dan melihat wajah malu ibu dan anak
itu,” isi pesan Emily lagi.
“Dasar dua nenek sihir, rasakanlah karma buruk kalian itu, mereka memang
pantas menerimanya” isi pesan Emily lagi.
“Lain kali temani aku bermain!” balas isi pesan Khansa kepada Emliy.
“Wuah … tentu mau, dengan senang hati,” isi pesan Emliy.
Khansa menyunggingkan senyumannya, memuji jika sahabatnya ini memang begitu
baik dan pintar. Kini Emily sudah menjadi empat aktris top ternama di dunia
hiburan. Jadi koneksi yang Emily miliki bukan main-main lagi, sungguh itu
adalah koneksi kekuasaan yang mumpuni.
Emily juga telah menjadi ambassador internasional untuk brand NT, manajer
dan anggota tim Emily semuanya berasal dari keluarga kaya dan itu membuat ini
menjadi perkara mudah jika hanya ingin mengganti gaun yang dibeli Maharani,
mencari tiruan premium.
Menjadi Ambassador NT sudah tentu mengetahui daftar gaun-gaun NT mana yang
ditiru. Jadi ketika Khansa meminta bantuan tentang gaun, maka itu adalah
perkara remeh bagi Emily.
Khansa masih berdiri diluar, masih memperhatikan layar ponselnya yang
menggelap sehabis membaca pesan dari Emily.
Tiba-tiba Khansa dikejutkan oleh seseorang, Hendra Ugraha muncul di hadapan
Khansa, keluarga Ugraha merupakan salah satu dari empat keluarga paling
berpengaruh di Palembang, selain dari keluarga Sebastian.
Keluarga Ugraha berteman dengan keluarga Isvara dan saat masih hidup, ibu
Khansa telah menjodohkan Khansa dengan Hendra saat mereka kecil, dulunya
Hendra adalah calon suami Khansa.
Manjadi Tuan Muda dari salah satu keluarga ternama di Palembang, sudah
tentu Hendra Ugraha memiliki ketampanan diatas rata-rata pria sebayanya.
Kakinya yang panjang membuat pria itu cocok memakai celana jenis apa pun.
Perawakannya yang tinggi membuat setelan jas yang dipakainya malam ini membuat
aura ketampanannya semakin terlihat jelas menjejak di wajahnya.
Khansa terdiam sesaat memadangi pria yang sedang berdiri di depannya ini,
emosi di hatinya seketika saja menjadi bercampur aduk. Hati Hendra sedikit
menciut ketika menangkap sinar tatapan mata Khansa yang ditujukan kepadanya.
“Sa!” panggil lembut Hendra.
Merasa tidak ada hal yang ingin dibicarakan, Khansa memilih mengabaikan
Hendra. Khansa ingin pergi, tapi Hendra malah menahan pergelangan tangan
Khansa.
“Kenapa, Sasa, pura-pura tidak mengenalku?”
“Begitu cepat lupa dengan aku!?” tukas Hendra dengan nada tidak suka.
Khansa berusaha menarik tangan dari Hendra, “Tidak ada yang perlu kita
bicarakan.”
“Lepaskan aku Tuan Ugraha!” ujar sinis Khansa kepada Hendra.
Selamanya Khansa tidak akan lupa, sepuluh tahun lalu kakeknya terjatuh dari
tangga dan terluka parah dan pada saat itu, Hendra yang menjadi
saksi malah bilang kalau Khansa memang pelakunya!
Hendra adalah sosok kakak yang lemah lembut dalam ingatan Khansa. Ketika
sekolah dulu selalu menyempatkan diri menjemput dan mengantar Khansa ke
sekolah, menemani dalam berbagai kegiatan Khansa. Dan juga selalu menghibur
Khansa jika sedang bersedih.
Melihat kedekatan mereka berdua yang begitu sepadan harmonis itu, maka ibu
Khansa pun menjodohkan Khansa dengan Hendra Ugraha.
Semenjak kejadian pahit tersebut, Khansa sudah benar-benar menganggap bahwa
Hendra Ugraha telah lenyap dari hidup dan hatinya.
Khansa sudah benar-benar tidak ingin bersinggungan dan mengenal Hendra
Ugraha lagi. Namun nampaknya hati Hendra bersikap sebaliknya, tak rela jika
Khansa melupakannya.
Saat ini, Hendra adalah seorang pebisnis handal dan Ugraha Group sudah
menguasai di semua bisnis dalam bidang pengobatan dalam beberapa tahun ini. Dan
Hendra termasuk salah satu suksesor di keluarga Ugraha yang membawa ugraha ke
level seperti sekarang ini.
Khansa masih saja berusaha dengan keras untuk melepaskan diri dari Hendra,
bagi Khansa melihat wajahnya saja sudah enggan, apalagi berbincang ramah
dengannya, itu malah hanya akan membuat Khansa merasa mual dan muak. Seakaan
tak terima dengan sikap Khansa, Hendra malah terus menahannya.
“Sa! jangan seperti ini,” pinta Hendra yang gagal menahan tangan Khansa
untuk di genggamnya.
Khansa bersedekap di depan Hendra, “berbicara dan dekat denganmu adalah
bukan rencana hidup aku,” jelas Khansa.
“Jadi! Tuan Muda Ughara, sebaiknya kau tidak usah membuang waktu
berhargamu itu,” nasehat Khansa.
“Percayalah! Aku paling tahu rasa bagaimana kehilangan waktu yang
berharga,” ungkap Khansa lagi.
Hendra menarik lengan Khansa yang ingin pergi meninggalkannya lagi,
"Sa! pekik marah Hendra.
“Bagaiman jika aku tidak mau melepasmu!?” tukas Hendra.
“Kau benaran sudah gila,” hardik sarkas Khansa.
Sekali lagi Khansa melangkah menjauhi Hendra, namun lagi-lagi Hendra tidak
ingin melepaskan Khansa, lama tak bertemu sekali bertemu Hendra langsung
melihat penolakan jelas dari Khansa, sungguh Hendra tidak bisa menerima hal
itu. Berapa banyak wanita yang ingin naik ke ranjangnya, tapi Khansa malah
menolaknya mentah-mentah.
Sebagai tuan muda keluarga Ugraha, jelas Hendra tidak bisa menerima sikap
Khansa terhadapnya.
Hendra memaksa tetap terus ingin bicara dengan Khansa, Khansa tidak
ingin peduli padanya lagi, saat itu kesaksian Hendra membuat Khansa tidak
berkutik dan merubah nasib Khansa selamanya. Hari itu Khansa mengembalikan
semua mahar yang diberikan oleh Hendra dan memutuskan hubungan.
“Mengapa kau menghindariku hah!” ujar Hendra seraya menarik tubuh
Khansa dan menekannya ke dinding.
“Lepaskan aku! Jangan membuat aku jijik,” ujar Khansa masih dengan
ketusnya.
Hendra memandangi mata indah Khansa, alis hitam khansa dan memuji
kecantikan Khansa. Khansa langsung saja menendang kaki Hendra dan menampar
Hendra ketika Hendra berusaha menciumnya.
“Brengsek,” hardik Khansa.
Khansa mengepalkan tangan, “Hendra, kamu bukan orang seperti ini dalam
ingatanku, tinggalkanlah kesan yang baik untukku, jangan membuat dirimu jadi
sejahat ini!”
Terima kasih
teman-teman telah menyelesaikan bacaan dari novel PENGANTIN PENGGANTI Bab 23 di blog ini, semoga ini menjadi hal yang
menyenangkan dalam mengisi waktu luang kamu. Untuk membaca bab berikutnya, kamu
bisa klik next atau postingan terbaru dari bab ini.
Anda bisa membagikan
link website novel ini kepada teman atau keluarga anda.
Jumpa lagi di bab
berikutnya kakaaakkkk....

Komentar
Posting Komentar