PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 24 : SUPERCAR)
PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 24 : SUPERCAR)
Raut wajah Hendra menjadi dingin seketika, “Khansa, jangan pura-pura alim di hadapanku, aku sampai lupa kamu sudah ternoda dan juga tidak ingin memungut bekas orang lain.”
“Jadi jangan sok jual
mahal di depan aku!” ujarnya lagi.
Khansa, “…”
Hendra juga
memberitahunya Khansa kalau sudah punya calon istri dan Khansa juga mengenal
wanita itu, Khansa tidak tertarik, tapi sudah punya dugaan. Saat ini Jihan
muncul dan memeluk Hendra dengan manja, Jihan mengira Hendra tidak datang.
“Aku kira kau tidak
akan datang lho.”
“Wanitaku sedang
berulang tahun, mana bisa tidak datang,” jawab mesra Hendra seraya merangkulkan
tangannya di pinggang Jihan.
“Ciih …” gumam Khansa
menghina pasangan yang sedang memamerkan kemeraan palsu mereka.
“Kalian sungguh
pasangan yang serasi, selamat ya, semoga kalian bisa lebih bahagia dari aku,”
tukas Khansa dengan tulus sambik bertepuk tangan.
“Tentu saja kami akan
jadi pasangan yang bahagia lho, calon suami aku ini sungguh sehat dan kuat,”
jawab Jihan seraya mengusap-usapkan tangannya di dada bidang Hendra.
Hendra pun tersenyum puas,
lalu mencium puncak kepala Jihan di depan Khansa, seakan ingin membuat Khansa
cemburu.
Khansa pun hanya
mentertawai Jihan dari balik cadarnya itu, kemarin siapa yang mati-matian
mengeluarkan cek hanya untuk menjadikan suaminya itu untuk menjadi sugar babynya.
Fauzan dan Maharani
juga datang, Maharani sengaja mengenalkan Hendra sebagai calon suami Jihan
dengan sikap arogannya.
“Hendra! Tante kira
kau tidak bisa datang lho, karena kesibukan bisnismu itu,” tukas Maharani.
“Ini hari penting
dalam hidup Jihan, bagaimana mungkin aku tidak datang,” jawab Hendra.
Maharani melirik ke
Khansa lalu mulai menyinyiri Khansa lagi, “Khansa sudah kenal Hendra kan? Dia
ini adalah calon suami Jihan,” jelas Maharani.
“Ah ya, jika begitu
bagus. Cepat nikahi dia, jangan buat menunggu terlalu lama. Mana tahu jika
bosan akan keluar mencari hiburan dengan yang lain,” ujar Khansa dengan nada
sarkas kepada Jihan dan Hendra.
“Kau …” gerutu
Maharani
Jihan menahan tangan
Maharani, menahan agar tidak membuat keributan. Jihan sedikit khawatir jika
Khansa akan bicara tentang dirinya ingin membeli sugar baby waktu itu dan
bertengkar dengannya.
“Bu! Malu lho di depan
Hendra jika ribut-ribut dengan Khansa,” bisik Jihan.
Khansa melirik kepada
Fauzan, melihat Fauzan membiarkan ibu dan anak ini sedari tadi meledek dan
mempermalukannya, Khansa baru sadar kalau Fauzan bersedia royal sekali
untuk acara ulang tahun Jihan karena Hendra adalah calon suami Jihan. Ingin
sekali rasanya Khansa tertawa dengan keras atas tingkah ayah kandungnya ini.
Dalam pikiran Fauzan,
Jihan adalah pembawa keberuntungan karena bisa menarik perhatian Hendra Ugraha,
salah satu Tuan Muda dari keluarga terpandang di Palembang, sementara Khansa
benar-benar anak pembawa sial yang hanya bisa menikah dengan suami yang penyakitan,
meski dari salah satu keluarga terkuat di Palembang juga. Namun, bagi Fauzan
itu tidak berguna, karena menganggap Khansa tidak akan pernah mendatangkan
dukungan yang bisa memperkuat keluarga Isvara.
Hendra melihat Khansa
terdiam, ada rasa pembalasan yang puas dalam pandangan Hendra. Semua hadirin
VIP merasa kagum dan iri pada Jihan.
[Mereka berdua benaran
cocok, satu cantik satu tampan]
[Ini bisa jadi sebuah
pernikahan termegah di kota Palembang]
[Wuah … pasangan ini
benaran membuat iri orang]
[Aku juga ingin satu
yang seperti Hendra Ugraha]
Dalam sekejap, Fauzan,
Maharani dan Jihan merasa sangat bangga, karena salah satu putri Isvara akan
berbesanan lagi dengan satu dari empat keluarga berkuasa di Palembang ini.
Sebelumnya dengan
keluarga Sebastian, dan sekarang dengan keluarga Ugraha. Ini akan menguatkan
posisi Isvara Group di dunia perbisnisan di Indonesia dan di beberapa negara
tetangga.
Khansa berkata
mendoakan sekali lagj, “Walaupun konyol sekali kalau orang lain memungut barang
bekas milikku dan menjadikkan barang berharga, tapi aku doakan kalian bisa
berbahagia. Karena kalian memang sangat cocok.”
Perkataan Khansa itu
benaran terdengar tulus dan lembut di telinga siapa saja yang mendengarnya.
Namun di telinga Jihan dan Hendra itu malah terdengar seperti sebuah hinaan
yang menohok ke hati mereka.
Setelah Khansa
bertepuk tangan merayakan kebersamaam Jihan dan Hendra, Khamsa pun pergi
setelah mengatakan hal itu.
Saat ini, Khansa
berada di luar hotel dan mau memesan mobil, Hendra dan Jihan keluar bersama
Fauzan dan Maharani, mereka berkata kasar pada Khansa kalau tidak akan berhasil
memesan mobil di sini, dan memaksa Khansa pulang diantar oleh Hendra.
“Sudah jangan keras
kepala, lagipula tidak setiap hari lho kau menaiki mobil mewah,” ujar Maharani
merendahkan Khansa.
Bicara soal rendahan,
Khansa tahu betul bagaimana Jihan merendahkan dirinya hanya karena seorang
pria, lalu Khansa mengungkit sedikit tentang Jihan mengeluarkan cek untuk
membeli sugar babynya Khansa, Jihan takut hal itu terkuak dan terdengar oleh
Hendra lalu dengan cepat mengajak Handra agar pergi dari sana.
Jihan menyukai Hendra
sejak kecil dan tujuan Jihan adalah untuk mendapatkan Hendra, jadi tak ingin
Khansa menghancurkan impiannya sedari kecil.
Hotel Royal berada di
bawah naungan Sebastian Group, saat ini ada sebuah mobil mewah menuju kemari,
manajer hotel keluar dan bertanya dengan sopan siapakah yang merupakan nona
Isvara.
Jihan dengan bangga
mengaku dirinya adalah nona Isvara, “Aku, putri keluarga Isvara,” jawabnya
dengan sombong.
“Ada apa mencari aku?”
tanya Jihan dengan senyuman bangga, karena merasa jika dirinya itu benaran
populer.
“Khansa Isvara!” sebut
manajer hotel tersebut.
Rupanya manajer hotel
ingin mencari Khansa karena pihak hotel menyiapkan mobil mewah ini untuk
mengantar Khansa pulang.
Maharani, Fauzan,
Hendra dan Jihan sangat terkejut, Khansa juga tidak menyangka akan ada hal
begini.
Khansa pun mengatakan
kepada manajer hotel itu, jika dia adalah Khansa Isvara. Manajer hotel pun
menundukan kepalanya dan sekali lagi mengatakan jika mobil mewah ini disediakan
untuknya.
Mobil yang ada di
depan mereka sekarang adalah tipe mobi supercar yang mampu menempuh kecepatan
seratus km/jam dalam hitungan menit dan memiliki top speed hingga 370 km/jam.
Mesin mobil ini
terbuat dari material emas yang membuat mobil ini sangatlah mahal. Tujuannya
adalah untuk menghilangkan panas pada mobil.
Hanya ada beberapa
mobil mewah yang tersebar di dunia dan tidak semua orang memiliki kesempatan
untuk memiliki mobil mewah tersebut.
Harganya yang setinggi
langit dan desain nya yang sangat berkelas membuat mobil-mobil mewah ini
menjadi incaran banyak orang di dunia.
Situasi yang sangat
canggung sekali Pun kentara terlihat, karena Khansa juga sama bingungnya,
tiba-tiba dikejutkan dengan dijemput oleh supercar seperti ini.
Sebelum naik ke mobil,
Khansa bertanya pada manajer dirinya akan dibawa kemana, manajer hanya
tersenyum dengan misterius.
Terima kasih
teman-teman telah menyelesaikan bacaan dari novel PENGANTIN PENGGANTI Bab 24 di blog ini, semoga ini menjadi hal yang
menyenangkan dalam mengisi waktu luang kamu. Untuk membaca bab berikutnya, kamu
bisa klik next atau postingan terbaru dari bab ini.
Anda bisa membagikan
link website novel ini kepada teman atau keluarga anda.
Jumpa lagi di bab
berikutnya kakaaakkkk....

Komentar
Posting Komentar