PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 25 : HASUTAN)
PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 25 : HASUTAN)
Dengan sopan, Manajer memberitahu Khansa kalau akan diantar pulang ke Vila Anggrek.
“Silahkan!” ujar
manajer tersebut seraya membukakan pintu untuk Khansa.
Khansa masuk tanpa
ragu, begitu mendengar jika mobil ini akan membawanya kembali pulang, ke Villa
Anggrek.
Setelah mobil
menghilang, Fauzan mencari tahu alasan Khansa diantar kepada sang manajer, “Itu
tadi, siapa yang menjemputnya?”
Manajer hanya menjawab
dengan sopan kalau dirinya hanya menjalankan perintah dari Presdir, kemudian
manajer tersebut pergi.
Maharani mulai
menjelekkan Khansa kalau Khansa punya sugar baby, sampai mengungkit dan
menjelekkan ibu Khansa.
“Itu pasti pria
simpanannya! Aku pernah melihat dia membawa sugar babynya ke rumah kita waktu
itu,” ujar Maharani berapi-api.
“Sungguh liar! Suami
sedang sakit. Tapi, dia malah bersenang-senang diluar dan mencari pria lain,”
tutur Maharani.
“Benar-benar serupa
dengan ibunya, yang hanya suka dengan pria tampan dan kaya,” hina Maharani
menjelakan ibu kandung Khansa.
“Jika saja ibunya bisa
bangkit dari kubur, lalu melihat apa yang dilakukan putrinya sekarang, sudah
pasti dia akan mati untuk kedua kalinya,” ujar hinaan Maharani kepada ibu
Khansa.
Fauzan menampar
Maharani dan meminta Maharani berkaca dulu, “Jaga perkataanmu, ingat dulu aku
mengambilmu dari mana sebelum kau menempati posisi menjadi Nyonya Isvara,”
hardik marah Fauzan.
Maharani dan Jihan
terkejut sampai tidak berani bicara lagi. Fauzan nampak sedang dilanda marah
besar, Selama ini Fauzan sangat menyayangi Maharani, dan tidak pernah
berlaku kasar kepadanya.
Hendra tidak tertarik
dengan kejadian ini dan hanya melihat mobil yang ditumpangi Khansa sampai
menghilang dari pandangaannya. Hati Hendra tiba-tiba terasa mengilu, melihat
Khansa dibawa pergi oleh supercar itu.
Sesampai di Vila
Anggrek, Khansa menceritakan kejadian barusan dengan Emily melalui chat, “Pada
awalnya tak pernah sangka, jika Jihan benaran akan menikahi Hendra.”
“Hah! biarkan saja
mereka, sungguh benar-benar pasangan yang serasi, karena mereka sama
buruknya,” balas pesan Emily kepada Khansa.
Khansa terdiam sesaat,
memejamkan kedua matanya. Bagaimana pun ingatan tentang Hendra yang pernah
bersikap lembut dan hangat pada dirinya tidak bisa hilang dari ingatannya
dengan begitu saja.
Khansa melirik ponselnya
lagi yang berbunyi, notifikasi pesan dari Emily masuk lagi ke ponselnya,
“Bagaimana dengan suamimu?”
Membaca pertanyaan
Emily, tiba-tiba saja Khansa teringat dengan pinggang kekar suaminya itu.
Khansa segera saja menepuk-nepuk pipinya, dan mengacak-ngacak rambutnya
sendiri, agar bayangan suaminya itu menghilang dari pelupuk matanya.
“Haiish …” gumam
Khansa.
“Kapan kau akan
mengenalkan aku kepadanya!?” isi pesan Emily.
“Dia sedang dalam
perjalanan dinas,” isi balasan pesan Khansa.
“Dia menyayangimu tidak?
Aku dengar dia sakit parah? Mau aku carikan dokter terbaik tidak?” tanya Emily
bertubi-tubi.
“Dasar benar-benar
ratu gosip,” gumam Khansa sedikit tertawa.
Bekerja di dunia
entertaiment membuat Emily memiliki mata-mata terhandal untuk mengupdate
berita-berita terbaru, jadi tentu saja dia sudah mendengar kabar jika Khansa
baru saja menikahi salah satu tuan muda dari keluarga berkuasa di Palembang.
“Tidak perlu
merepotkan dirimu, aku bisa menjaganya dengan baik,” jawab isi pesan Khansa.
Saat ini Khansa tiba-tiba
teringat kalau suaminya bermarga Sebastian, apakah Leon suaminya adalah tuan
muda Sebastian yang itu?
Bunyi pesan notifikasi
datang lagi dari emily, isi pesan yang meminta sebuah foto mereka berdua.
“Untuk apa?” tanya
Khansa.
“Hiish … kau ini cerewet
sekali! Sudah, lekas berikan aku foto kita berdua dulu kala!” pinta Emily lagi.
Khansa pun membuka
gallery foto di ponselnya, dan mencari-cari foto mereka waktu itu.
Memilih salah satu yang dianggap terbaik, maka Khansa pun dengan cepat
mengirimkan foto tersebut.
Setelah terkirim
Khansa tiba-tiba berteriak, “Ya Tuhan, salah kirim,” pekik Khansa yang reflek
melemparkan ponselnya karena terkejut dan malu.
Khansa baru saja salah
mengirim foto itu, bukannya kepada Emily. Tapi, malah terkirim pada Leon. Karena
teringat punggung kekar Leon tadi, jadi secara otomatis Khansa malah mengirim
foto mereka berdua kepada Leon.
Saat ini, Leon sedang
meeting di kantor, situasi nampak hening, Leon sedang membaca laporan
keuntungan tahunan seraya mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja mahoni solid
berkuran besar, semua nampak tegang, karena memahami bos besar mereka ini tidak
menerima kesalahan sedikit pun.
Semua pekerjaan harus
di kerjakan secara licin dan rapih, persis seperti setelan jas yang sedang
dipakai Leon sekarang, bersih, rapih, tidak ada kerutan sedikit pun. Penampakan
Leon hari ini benar-benar menambah ketegangan di ruang meeting tersebut.
ponsel Leon berbunyi,
semua direksi dan petinggi perusahaan terdiam dan melihat Leon. Semua tahu
ketika meeting Leon tidak menyukai gangguan berupa notifikasi suara
ponsel, jadi sebelum pertemuan di mulai mereka semua mematikan ponselnya.
Mengetahui itu adalah
ponsel Bos besar mereka, mereka pun melega. Leon meminta mereka melanjutkan
rapat lalu membuka ponselnya, dia hanya punya satu kontak di Whatsapp, yaitu
Khansa. Leon melihat Khansa mengirimkan foto.
Leon tersenyum ketika
memandangi foto tersebut, foto Khansa dan Emily dari tampak cadar yang Khansa
pakai dari bahan tipis, dan memakai baju yang membuat Khansa terlihat menjadi
begitu seksi dan juga cantik.
Khansa sangat menjaga
diri saat bersama Leon dan tidak pernah berpakaian secantik itu sebelumnya.
Leon membalas pesan itu, “Sedang menggodaku?”
Khansa mengangakt
kepalanya dari benaman bantalnya ketika mendengar notifikasi pesan masuk ke
ponselnya.
Khansa mengambil
ponselnya yang ada di lantai tadi, membuka pesan dari Leon, Wajah Khansa
jadi merah dan terasa panas saat membacanya! “Pria ini memang playboy!”
Khansa mencoba
menjelaskan kalau foto itu salah kirim, namun Leon tidak percaya dan terus saja
menggodanya.
“Terkadang wanita jika
ingin menarik perhatian pria, suka pura-pura salah kirim lho,” isi pesan Leon
menggodai Khansa.
“Ish mana ada … tidak
berlaku di aku!” balas pesan Khansa kepada Leon."
“Masa …” isi pesan Leon
lagi disertai dengan emocticon tertawa terbahak-bahak.
“Narsismu sudah
benar-benar tidak bisa tertolong, tidak akan pernah bisa sembuh seumur hidup,”
isi pesan sarkas Khansa.
Pada akhirnya Leon
membalas, “Aku akan menghukummu setelah pulang nanti,” Kemudian tidak membalas
pesan lagi.
“Hah! Menghukum aku,
bicara saja sama cermin,” gumam Khansa mengomeli ponselnya yang baru saja
menggelap.
Saat ini, Hendra dan
Jihan berada di dalam kamar presiden suite hotel. Hendra mandi lebih dulu dan
masih memakai jubah mandi sambil memegang gelas wine di tangannya.
Jihan kemudian selesai
mandi dan keluar, Jihan memeluk Hendra dan membahas tentang Khansa. Jihan
menggunakan kesempatan ini untuk membuat Hendra semakin membenci Khansa.
Jihan berkata, “Ucapan
ibuku benar tentang satu hal, Khansa sangat ahli menggoda pria, dia jadi
pengantin pengganti di Vila Anggrek, kemudian memelihara sugar baby, kini dia
kembali berhubungan dengan pemilik hotel Royal. Dia sudah memiliki banyak
pria!”
Terima kasih
teman-teman telah menyelesaikan bacaan dari novel PENGANTIN PENGGANTI Bab 25 di blog ini, semoga ini menjadi hal yang
menyenangkan dalam mengisi waktu luang kamu. Untuk membaca bab berikutnya, kamu
bisa klik next atau postingan terbaru dari bab ini.
Anda bisa membagikan
link website novel ini kepada teman atau keluarga anda.

Komentar
Posting Komentar