PENGANTIN PENGGANTI (BAB 30 : INGATAN)
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 30 : INGATAN)
Khansa mengingat kejadian itu, waktu itu dia memang ada menyelamatkan seorang pria. Namun, sudah tidak dapat mengingat dengan baik wajah pria itu, tidak ada gambaran sama sekali.
Khansa membalas pesan
Emily dan berkata sudah melupakan pria itu. “ Wajah pria itu sudah benaran
tidak ada di dalam ingatan aku,”
“lagipula aku memang
tidak melihat wajahnya dengan jelas waktu itu,” tukas Khansa.
“Hei! Ada apa kau
menanyakan tentang ini?’ tanya Khansa.
“Tidak apa,” jawab
Emily.
“Apa batu giok itu
sudah benar-benar hilang?” tanya Emily penasaran.
Yang Khansa ingat
hanyalah jika pria itu pernah memberikan batu giok pada Khansa, pria itu
berkata akan kembali mencari Khansa, tapi batu itu hilang tidak tahu kemana.
Waktu itu, Ketika
Khansa sedang mencari beberapa daun herbal, Khansa secara tidak sengaja
menemukan tubuh pria yang tak sadarkan diri.
Bedasarkan pemeriksaan
Khansa pria ini seperti memiliki sakit yang tak biasa, karena khansa melihat
kulit pria itu yang nampak aneh, masih tersisa jejak-jejak kerusakan
jaringan di bawah kulit putih pria itu,terlihat memar-memar di kulit pria
tersebut.
Saat itu Khansa lebih
berkonsentrasi untuk memperhatikan luka di tubuh pria itu daripada wajah pria
asing tersebut.
“ Luka ini … adalah
cedera yang disebabkan oleh hancurnya ikatan antar sel, ini bisa
mengakibatkan kerusakan sel,” gumam panik Khansa.
Karena panik, Khansa
tidak pernah sedekat itu dengan pria, jadi pada saat itu selain panik juga
tidak sempat memperhatikan rupa pria itu dengan jelas.
“Ini luka internal,”
gumam Khansa lagi seraya menggulung lengan kemejanya.
Khansa tidak menemukan
adanya luka eksternal, namun melihat memar yang terlihat bukan seperti pola
karena pukulan benda tumpul dan sejenisnya, maka Khansa bisa menyimpukan ini
adalah luka internal.
Luka internal terjadi
akibat gangguan yang berhubungan dengan beberapa sistem di dalam tubuh, seperti
neuropati yakni kerusakan sistem saraf.
Khansa memahami untuk
luka internal seperti ini diperlukan pengobatan medis untuk memulihkannya.
Namun, Khansa juga memahami pertolongan pertama bisa menjadi langkah
penanganan sementara untuk jenis luka internal maupun eksternal, setidaknya
sampai mendapatkan bantuan medis guna mencegah timbulnya dampak yang fatal.
Khansa mengenali memar
yang ada di bawah kulit pria ini sebagai hematoma. Ini disebabkan oleh gangguan
pada pembuluh darah kecil dan kapiler yang mengakibatkan penggumpalan darah
pada daerah yang terluka.
Khansa yakin ini
adalah Hematoma karena, berbentuk benjolan kenyal yang bernama lesi. Tergantung
pada tingkat keparahannya, jenis luka tertutup ini bisa berukuran besar atau
kecil.
Luka tertutup juga
harus segera mendapatkan perawatan luka yang sesuai. Pengobatan bertujuan untuk
mengontrol rasa sakit serta mencegah peradangan menyebar lebih luas.
Setelah melihat jenis
luka tertutup pada pria itu, Khansa segera berdiri untuk mencari daun mint yang
memberikan efek dingin.
Khansa mencari daun
mint karena mengandung dan memproduksi mentol. Luka internal pada pria itu
perlu di kompres oleh sesuatu yang dingin, saat ini satu-satunya yang ada di
kepala Khansa hanya daun mint saja, karena di bawah kulit ada neuron yang
dapat merasakan sensasi yang berbeda, seperti panas dan dingin. Karena
itu Khansa bergegas mencari daun mint ini.
Daun mint segar sudah
mengandung air, jadi Khansa akan membaluri luka pada pria itu dengan daun mint
, mengompresnya dengan menggunakan daun mint itu.
Setelah mengambil
banyak daun mint, Khansa segera Kembali ke tempat pria tersebut. Dan mulai
membalurkan daun mint itu di setiap luka yang terlihat yang ada di jaringan
lesi pria tersebut.
Pria tersebut pun tersadar karena mencium bau segar dari daun mint yang menyegarkan
itu, tangan khansa terhenti Ketika pria asing itu terbangun.
“uhuk , uhuk,” batuk
pria asing itu.
Merasa pria asing itu
sedang menatapinya, Khansa pun bersuara “Ah ini … maafkan aku …” ujar Khansa.
“Aku hanya mencoba
membantumu sebisa aku,” ujar Khansa seraya duduk menunduk, enggan menatap pria
asing tersebut.
Merasakan sensasi
dingin sedang menjalari tubuhnya, pria asing itu Nampak lebih rileks, lalu
mencoba untuk duduk, “Karena kau sudah sadar maka aku pergi dulu,” ujar Khansa
seraya ingin pergi berdiri.
“Tunggu,” ujar pria
asing tersebut.
Khansa menghentikan
langkahnya tanpa menoleh ke arah pria asing tersebut. Pria asing tersebut
berusaha berdiri, lalu mengekuarkan sebuah batu giok dari saku celananya.
“terima kasih!”
ujarnya.
“Ambilah ini, kelak
aku akan mencarimu nanti,” ujar pria asing tersebut.
Khansa mengambil giok
itu, lagi-lagi tanpa melihat wajah pria asing tersebut, lalu segera berlari
pulang ke rumah.
Bunyi notifikasi pesan
baru dari Emily menyadarkan lamunan Khansa yang sedang mengingat kejadian waktu
itu, pertemuannya dengan pria asing yang dia selamatkan itu.
Emily merasa pria ini
pasti tuan muda kaya dari sebuah keluarga kaya,”Jika mengingat jenis batunya,
maka seperti itu adalah seorang tuan muda yang kaya ,” ujar Emily.
“Sayang sekali, hish …
kau ini mengapa kau menghilangkan batu giok itu,” ujar Emily.
“Sudah ah, tak mau
ingat lagi,” tukas Khansa sedikit menyesali juga mengapa dia tidak menyimpan
baik-baik batu giok itu.
“Bagaimana dengan
hasil penyelidikan yang aku pinta?” tanya Khansa.
“Sebentar, tunggu lima
menit lagi, aku akan segera mengirimkan lokasinya kepadamu” ujar Emily.
Tak berapa lama pesan
Emily sampai, “Sasa, ini lokasi yang ditemukan dengan melacak sinyal ponsel
Hendra."
“Panggilan telepon
keluar itu berlokasi di
perumahan penduduk area luar kota Palembang. Bibi Fida ada di sana. Emily
memberi tahu Khansa dengan semangat Ketika mengetik pesannya itu.
Khansa melihat alamat
yang dikirimkan Emily, Khansa sudah punya rencana dari awal sebelum bertemu
dengan Hendra, dia akan membuat Hendra menelepon agar Emily bisa melacak posisi
bibi Fida.
Jadi tadi Khansa
sengaja berbasa-basi dulu untuk mengulur waktu, sebelum tadi menanyakan lokasi
keberadaan bibi Fida.
“ketemu,” ujar Khansa
senang.
Khansa memperhatikan
lokasi yang Emily kirimkan, dan mengecek sedikit keadaan sekitar melalui map di
internet. Khansa mulai membuat rute untuk misi penyelamatan bib Fida.
“Aku harus bisa
menyelamatkan bibi Fida apa pun yang terjadi, tak peduli jika itu sangat
berbahaya, bibi Fida hanya akan aman jika Bersama aku,” pikir Khansa.
Sudah mengetahui
keberadaan bibi Fida, mana boleh kehilangan lagi, karena itu kali ini Khansa
benar-benar bertekad kuat untuk mendapatkan bibi Fida ke pangkuannya.
Khansa melihat jam di
atas nakas, Saat ini sudah malam dan pada saat inilah mudah untuk
beraksi, Khansa berharap bisa segera menemukan bibi Fida. Yang terpenting saat
ini adalah lebih dulu menyelamatkan bibi Fida.
Leon tiba-tiba
menelepon. Khansa tidak menjawab panggilan dari Leon dan membiarkan ponsel
terus berdering. Kemudian ada pesan masuk dari Leon.
Terima kasih
teman-teman telah menyelesaikan bacaan dari novel PENGANTIN PENGGANTI Bab 30 di blog ini, semoga ini menjadi hal yang
menyenangkan dalam mengisi waktu luang kamu. Untuk membaca bab berikutnya, kamu
bisa klik next atau postingan terbaru dari bab ini.
Anda bisa membagikan
link website novel ini kepada teman atau keluarga anda.
Jumpa lagi di bab
berikutnya kakaaakkkk....

Komentar
Posting Komentar