PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 39 : HADIAH)
PENGANTIN PENGGANTI ( BAB 39 : HADIAH)
Keesokan paginya, Khansa terbangun dari tidurnya yang nyenyak semalam. Khansa merasa ada tangan besar tengah melingkar di pinggangnya, dan melihat Leon tidur teepulas nyenyak di sebelahnya.
Khansa teringat
mimpinya ketika dililit oleh kain putih di pinggang dan ternyata itu adalah
rasa tangan besar Leon yang tengah merangkul pinggangnya semalam.
“Ya Tuhan, semalam
kami tidur sedekat inikah?” gumam Khansa.
Tubuh Khansa seperti
membeku karena takut untuk bergerak, Khansa juga merasa merinding, merasakan
embusan nafas Leon yang menyeruak ke leher belakangnya, Khansa menoleh dan
langsung saja menatap wajah tampan suaminya itu.
Dari level satu sampai
sepuluh, maka Khansa memberikan nilai sepuluh kepada suaminya ini untuk level
ketampanan.
Khansa memejamkan mata
pelan, jelas-jelas sudah bertekad mau membatasi hubungan dengan Leon, tapi
mereka berdua saling berciuman dan juga tidur bersama.
“Sebenarnya ada apa
ini? Mengapa jadi begini,” pikir Khansa.
“Issh …” gumam Khansa.
Khansa bangkit dari
ranjang, turun dari ranjang itu dengan perlahan memindahkan tangan Leon dari
pinggangnya dengan pelan agar Leon tidak terbangun. Khansa melangkah ke ranjang
Bibi Fida, memandangi Bibi Fida yang masih belum sadar.
“Bibi, tenanglah kali
ini aku yang akan merawatmu, kau akan baik-baik saja dan kembali sehat,” janji
Khansa.
Khansa segera
mengambil tasnya dan mengeluarkan dompet khusus yang menyimpan jarum peraknya,
lalu Khansa mulai menusuk titik akupuntur di badan Bibi Fida dengan jarum
peraknya itu, setelahnya memperhatikan reaksi tubuh Bibi Fida, melihat Bibi
Fida merespon dengan baik, hati Khansa pun merasa lega.
Kemudian Khansa pergi
menemui dokter untuk berdiskusi tentang kondisi penyakit bibi Fida.
Bentuk pengobatan TBC di Indonesia terdiri atas dua tahap, yaitu tahap
pengobatan intensif dan pengobatan lanjutan.
Selama menjalani dua
tahap pengobatan pasien mengonsumsi obat TBC jenis antibiotik dan anti-infeksi
sintesis.
“Jika nanti sudah
menjalani pengobatan lanjutan maka hal yang perlu diingat adalah, obat harus di
konsumsi setiap hari tidak boleh putus,” Dokter mengingatkan.
“Konsumsi obat TBC
satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan dengan segelas air. Khusus
obat TBC rifampicin, penderita perlu mengonsumsinya dengan perut kosong,”
dokter menjelaskan kembali.
“Baik dok, ini akan
aku ingat,” ujar Khansa.
Rimpaficin adalah obat
antiobiotik yang digunakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri.
obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab infeksi.
Dokter juga memberikan
daftar menu-menu pilihan yang wajib dimakan oleh bibi Fida, menu-menu ini di
susun oleh ahli gizi berdasarkan kebutuhan tubuh bibi Fida.
Menu makanan itu juga
telah diatur agar bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan daya tahan tubuh
Bibi Fida.
Setelah berdiskusi
dengan dokter yang bertanggung jawab menangani bibi Fida, Khansa pun Kemudian
pulang ke Vila Anggrek. Meninggalkan begitu saja Leon yang masih terlelap di
ranjang tempat mereka tadi tidur bersama.
…
Di Vila Anggrek.
Khansa baru saja masuk
ke rumah utama, dan melihat ada Nenek Sebastian, “Nenek,” sapa Khansa.
“Kemarilah!” ujar
Nenek Sebastian sambil mengajak Khansa duduk di Sofa.
“Leon bilang semalam
kalian tidak pulang, karena sedang merawat pengasuhmu dulu ketika kau
kecil,” ujar Nenek Sebastian.
“Ya Nek! kami menginap
di rumah sakit semalam untuk menjaganya,” jelas Khansa.
Nenek Sebastian
menanyakan keadaan bibi Fida pada Khansa, “Bagaimana keadaannya?”
Khansa menjawab dengan
tersenyum lega “Sudah jauh lebih baik.”
“Syukurlah jika sudah
membaik,” ujar Nenek Sebastian ikut senang melega.
Nenek Sebastian
memberikan perhatian pada Khansa, “Apakah merasa lelah?” tanyanya.
“Ah tidak Nek, biasa
saja,” jawab Khansa.
Nenek Sebastian
memandangi kantung mata yang menghitam yang menghiasi di bawah mata Khansa. Itu
terlihat sangat jelas karena kulit Khansa sangat putih.
Nenek Sebastian
berpikir jika Khansa harus pulang dan pergi ke rumah sakit setiap hari karena
harus merawat bibi Fida, maka ini pasti akan membuat Khansa lelah, jika Khansa
kelelahan bukankan ini sama saja membuatnya jadi lebih lama menimang
cicit yang di idam-idamkan.
Agar lebih mudah,
Nenek Sebastian pun memberi saran pada Khansa untuk membawa bibi Fida pulang
untuk tinggal dan dirawat di Vila Anggrek.
“Bagaimana menurutmu
jika kita pindahkan perawatan bibi Fida di rumah utama ini?” tanya Nenek
Sebastian.
“Kita akan menyediakan
perawatan yang sama lengkapnya seperti yang rumah sakit berikan,” Nenek Fida
menjelaskan idenya.
Khansa menimang-nimang,
dan berpikir perkataan Nenek Sebastian ada benarnya juga. Dirawat dengan
suasana rumah, bisa jadi membuat bibi Fida jadi lebih cepat sembuh.
Hati Khansa terasa
hangat dan terharu dengan kebaikan dan sikap lemah lembut Nenek Sebastian yang
selalu memanjakan dirinya. Tapi, Khansa tidak ingin merepotkan dan menolak.
“Terima kasih, tapi
tidak apa Nek. Cukup di rawat di rumah sakit saja,” jawab Khansa dengan sopan.
Saat ini, ada seekor
hewan peliharaan yang menarik perhatian Khansa, “Bayi harimau benggala putih,”
gumam Khansa sembari menatapi bayi harimau yang sedang di gendong oleh salah
satu penjaganya.
Harimau merupakan
hewan mamalia yang termasuk dalam golongan kucing besar. Khansa menanyakan asal
usul hewan ini pada Nenek Sebastian, rupanya ini hadiah dari Leon untuk Khansa
yang dibawa pulang dari dinas perjalanan bisnisnya.
Leon membeli anak
harimau untuk Khansa karena mengetahui dulu ketika kasa kecil istrinya
itu, sering bermain kejar-kejaran dengan anak harimau.
“Leon mengeluarkan
uang yang cukup besar yaitu Rp. 1.000.000.000 ( satu miliyar),” jelas Nenek
Sebastian.
“Wow fantastis bukan,”
pikir Khansa.
Uang satu Milyar
tersebut hanyalah jaminan saja dan harimau tersebut tetaplah milik negara,
Karena harimau adalah salah satu hewan yang dilindungi oleh negara, uang
tersebut hanya jaminan dalam memelihara harimau secara pribadi.
Selain harus meyiapkan
dana yang cukup fantastis Leon juga harus memiliki pendapatan yang jelas sebab
negara tidak ingin harimau tersebut ditelantarkan nantinya, dan juga kandang
harimau harus luas dan dijaga oleh orang serta setiap bulan harus mendapatkan
perawatan dari dokter hewan.
Ketika nantinya
harimau tersebut melahirkan anak, maka anak harimau tersebut tetaplah milik
negara, jadi intinya Leon hanya mendapatkan ijin memelihara saja.

Dengan memelihara
hewan ini secara pribadi Leon juga ingin ikut berpartisipasi melindungi
mempertahankan dan menjaga hewan ini dari kepunahan.
Di saat yang sama,
Nenek Sebastian juga memperlihatkan hadiah yang dia dapatkan dari Leon. Nenek
Khansa memperlihatakan sebuah gelang yang sedang dipakainya itu.
“Ini sangat indah,”
puji Khansa.
Khansa teringat
kenangan masa kecilnya dulu saat melihat hadiah yang ditunjukkan oleh Nenek
Sebastian, saat itu ibu Khansa masih hidup, sangat sayang kepada Khansa kecil.
Teringat jika ibunya
itu sangat suka sekali memberinya hadiah. Tiba-tiba saja Khansa jadi sangat
merindukan ibunya. Merindukan kehangatan dan perlindungannya.
Khansa membatin, “ibu”
Untuk membaca novel PENGANTIN PENGGANTI bab berikutnya
silahkan klik navigasi bab dibawah ini.
Kamu juga bisa menginstall atau mendownload aplikasi novel kesayangan
kamu. Misalnya novelku, noveltoon
dan aplikasi innovel. See u di bab
selanjutnya....muachh..

Komentar
Posting Komentar