PENGANTIN PENGGANTI (BAB 61 : PERTUNANGAN )
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 61 : PERTUNANGAN )
Pesta pertunangan Jihan dan Hendra diadakan di Mountain Champ, acaranya digelar dengan sangat mewah dan romantis. Momen istimewa mereka digelar dengan sangat megah dan intim. Bukan cuma dari konsep acaranya, dekorasi
pertunangannya juga sangat mewah layaknya pesta pernikahan, Dekorasi berkelas ini memberikan kesan mewah dan elegan.
Pesta tunangan Jihan
dan Hendra ini digelar dengan mengambil konsep bernuansa klasik dengan tema
warna salem dan silver, baik dari dekorasi, hingga busana.
Tampak dekorasi ditata
dengan sedikit sentuhan rustic, terlihat dari pemakaian lambu-lampu bohlam.
Ruangan juga dihias dengan lebih banyak elemen dedaunan yang memang menjadi
tren dekorasi pernikahan di kalangan millennial. Sementara beberapa tangkai
bunga berwarna beige-oranye semakin mempercantik pesta tunangan ini.
Jihan terlihat
menawan, tubuhnya dibalut dengan gaun dari brokat dan batik bertahtakan
kristal. Jihan tampil cantik mengenakan gaun beraksen ruffle atau renda yang
dibentuk bergelombang dan sedikit bertumpuk, yang ada di bagian pinggang.
Gaun itu tampak mewah berkat taburan kristal dan payet. Semua yang menempel di
tubuh Jihan seharga ratusan juta.
Saat ini Jihan melihat
Khansa dan segera mendekat untuk menyindir Khansa, “Khansa kau datang juga,”
ujar Jihan.
“Doakan kami yah,”
ujar manis Jihan.
“Meski dulu Kak Hendra
adalah tunangan kamu. Namun, jangan sakit hati jika Kak Hendra sekarang
bertunangan dengan aku yah. Karena jodoh itu kan tidak ada yang tahu” jelas
Jihan.
Orang-orang di
sekeliling mulai bergunjing tentang Khansa. Menguak kembali tentang pertunangan
masa kecil Khansa dulu dengan Hendra.
[Yang aku dengar dulu,
Khansa ini adalah tunangan Tuan Muda Ugraha]
[Iya! Tapi tidak jelas
juga, tiba-tiba diputuskan begitu saja]
[Sst! Rumor yang aku
dengar jika Khansa Isvara ini adalah putri pembawa sial]
[Iya aku dengar juga,
karena alasan itu Tuan Isvara mengasingkan dia puluhan tahun untuk tinggal di
desa]
[Oh! Pantas saja
keluara Ugraha tidak menginginkannya juga]
[Jihan ini terlalu
baik, seharusnya jangan mengundang Khansa, jika nanti kena sial bagaimana?]
Jihan melihat mereka menjelekkan
Khansa dan pura-pura baik untuk membela Khansa, “Hei! Kalian jangan bicara
tentang hal yang tidak baik ke saudara aku ini.”
“Meski lama tinggal di
desa. Namun, dia tetap keluarga Isvara, jadi jangan seenaknya untuk menghina,”
lanjut pembelaan Jihan lagi.
Khansa tahu mereka
hanya berakting saja, Khansa tidak marah dan malah merasa lucu, “Mereka ini
seperti beo, hanya mengucap kata kalimat apa yang sudah diajarkan oleh
majikannya.”
“Sungguh menjijikan
sekali melihat tingkah mereka ini,” pikir Khansa.
Kini Jihan sudah
menjadi calon istri dari salah satu dari empat keluarga terhebat di
Palembang, pesta yang mewah ini menunjukkan rasa sayang dari Hendra kepada
Jihan, maka Jihan berhak untuk bangga hati.
Saat ini Maharani juga
kemari, belakangan ini Maharani dan Fauzan tidak harmonis dan Maharani pusing
memikirkannya, tapi hari ini putrinya bertunangan dengan Hendra dan
mengharumkan reputasinya sendiri maka hari ini Maharani juga merasa bangga dan
akan mengurus tentang Fauzan nanti, jika segala macam bentuk perayaan
pertunangan putrinya ini selesai.
Ini adalah acara
terpenting, maka Maharani juga tidak sembarangan memilih baju. Berbicara soal
pakaian dan fashion, tentu saja Maharani sangat antusias menunjukkan selera
berpakaiannya. Gaun pesta hari ini hingga sepatu yang dia pakaia adalag simbol
identitas untuk si pemakai, untuk dirinya yang bergelar ratu film terpopuler.
Maharani memakai gaun
dengan bagian menjuntai pada bagian bahu. Gaun yang memperlihatkan bahu
Maharani. Gaun yang Maharani pakai ini adalah gaun dengan nuansa perak, dengan
adanya berlian hitam dan putih pada gaunnya, Maharani selalu tersenyum dengan
sombongnya, seakaan-akan hanya dialah yang paling Kaya diantara para
tamu-tamunya ini.
Maharani juga melihat
ada Khansa, lalu turut menyindir Khansa. Melihat baju yang dipakai Khansa
malam ini untuk menghadiri pesta pertunangan Jihan bukanlah gaun ternama. Ini
semakin meyakinkan pendapat Jihan juga pendapat dirinya, jika Khansa adalah
menantu yang tidak dianggap oleh Keluarga Sebastian, menantu yang tidak
diharapkan.
Maharani merasa
bersyukur karena sudah menukar Khansa untuk menggantikan Jihan menikahi Tuan
Muda Sebastian itu.
“Khansa!” panggil
Maharani seraya mendekati.
“Kau ini! Mengapa
memakai gaun sederhana seperti ini?” tanya Maharani dengan suara sedikit
mengeras sehingga menarik perhatian yang lain, semua yang ada disana.
Malam ini Khansa hanya
memakai gaun model Long dress yang dilengkapi aplikasi sulaman sederhana. Akan
tetapi, pengaplikasian sulaman tersebut malah membuat gaun tampak menjadi lebih
manis, itu terlihat sangat cocok membalut tubuh Khansa.
“Ini juga sudah bagus!
Menurut aku,” jawab ringan Khansa acuh tak acuh.
“Jika keluarga suamimu
hanya bisa memberikan gaun seperti ini, mengapa kau tidak mengatakannyaa kepada
aku,” ujar Maharani seakaan akan peduli kepada Khansa.
“Aku bisa membelikanmu
baju yang sama bagusnya seperti kita,” ujar Maharani lagi berlagak baik namun
berbalut merendahkan.
“Lain kali jangan
sungkan seperti ini lagi, jangan mempermalukan keluarga Isvara,” ujarnya lagi
sengaja ingin mempermalukan Khansa.
Provokasi Maharani
berhasil, Khansa pun dikucilkan lagi, dan semua orang yang hadir di pesta ini
jahat pada Khansa, dan semua orang pun mulai berbisik-bisik lagi, menjelekan
Khansa.
[Apakah dia itu
menganggap Jihan adalah saudaranya, mengapa dia hanya memakai gaun seederhana]
[Aku rasa Khansa ini
hanya berniat ingin mempermalukan Jihan saja]
[Benar-benar saudara
tiri yang jahat, mana mungki mau mendoakan dengan tulus]
Hendra datang dan
memasuki gedung pertunangan dengan gaya elegannya, semua yang menempel di tubuh
Hendra nampak berbalut dengan penuh kemewahan.
Setelan jas memang
identik sebagai produk fashion mewah dan dapat membuat siapa saja yang
memakainya nampak elegan. Setelan jas pria seolah mampu mengumbar status sosial
yang dimiliki oleh pemakainya.
Dengan alasan
tersebut, tak ayal kebanyakan orang menganggap pria yang memakai setelan jas
mempunyai pamor yang tinggi dan terhormat, dan ini sangat berlaku bagi empat
tuan muda dari keluarga berkuasa yang ada di Palembang.
Setelan jas yang
Hendra pakai adalah buatan dari perusahaan mode yang ada di Italia,
perusahaan tersebut telah memproduksi jas berkualitas tinggi sejak tahun 1945
silam.
Tak ayal harga
jas yang Hendra kenakan saat ini benar-benar sangat mahal. Setelan jas itu
dibandrol seharga 600an juta Rupiah.
Berbahan serat
terlangka di dunia, jas ini juga dibuat dengan jahitan berlapis emas putih.
Jahitan berlapis emas putih itulah yang membuat harga jas ini jauh lebih mahal
dibanding produk yang lain.
Melihat Hendra calon
tunanganya sudah datang dengan gaya gagah dan tampan Jihan segera saja
menghampirinya. Jihan segera menggandeng lengan Hendra untuk memamerkannya
kepada Khansa juga kepada semua orang, lalu berkata dengan manja.
“Kak Hendra, Khansa
sudah datang untuk mendoakan kita.”
Bagaimana menurut kamu
kisah cerita dalam novel PENGANTIN
PENGGANTI bab 61 ini, apakah bisa memberi inspirasi dalam kehidupan
sehari-hari. Oh ya bila kamu ingin membaca novel populer dengan judul yang
lain, kamu bisa menemukan di aplikasi membaca novel gratis populer. Contohnya innovel dan noveltoon. Bisa langsung unduh langsung aplikasinya gaessss

Komentar
Posting Komentar