PENGANTIN PENGGANTI (BAB 77 : FOTO SKANDAL)
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 77 : FOTO SKANDAL)
Di dalam rumah sakit, Bibi Fida masih belum siuman, Khansa merawat bibi Fida. Khansa mengelapi tubuh Bibi Fida dengan handuk yang sudah di rendam dengan suam-suam air hangat. Khansa dengan hati-hati. Khansa juga memijit titik-titik kesehatan di tubuh bibi Fida untuk memperlancar peredaran darahnya, juga agar tubun bibi Fida tidak kaku karena lama tidak beraktivitas.
Setelah beres
membersihkan tubuh Bibi Fida. Lalu Khansa mengecek denyut nadi bibi Fida. Hati
Khansa merasa lega ketika mendapati denyut nadi bibi Fida berdetak dengan
normal. Hal ini menandakan tubuh bibi Fida merespon dengan baik atas pengobatan
dan obat yang telah diberikan oleh pihak rumah sakit.
“Bibi aku keluar sebentar dulu ya,” Khansa berniat mencuci handuk-handuk yang
tadi dia pakai untuk membersihkan tubuh bibi Fida.
Khansa akan mencuci
handuk-handuk itu di Pantry. Saat ini ada dua pria berbaju hitam yang ikut
masuk ke dalam pantry, khansa menoleh dan menatap waspada kepada dua pria
tersebut.
Kedua pria tersebut
mulai melangkah maju kearah Khansa, “Apa mau kalian!”
Khansa meletakan
handuk yang sedang dia pegang, lalu mengambil ponsel yang tadi dia letakan di
meja Pantry yang sedang dia belakangi ini. Dan segera menekan angka satu untuk
panggilan darurat ke nomor yang telah dia atur.
“Jangan takut, kami
hanya ingin mengajak kau bermain sebentar saja!” jawab salah satu dari mereka.
“Ikut kami saja, maka
kami akan mengajak kau bersenang-senang,” jawab salah satu dari mereka lagi.
Kedua pria itu lalu dengan diam dan pelan telah membius Khansa dan
menculik Khansa. Meski Khansa mencoba melawan tetap saja dia tidak bisa melawan
efek dari obat bius yang dipakai untuk melumpuhkannya.
Salah satu dari kedua
pria itu, membawa pergi Khansa, menggendongnya. Pria tersebut memandangi kulit
putih Khansa.
“Sudah lama sekali
kita tidak melihat keindahan seperti ini,” gumamnya sambil menatapi Khansa
dengan penuh nafsu.
Rekannya yang satu
lagi, datang dengan membawa sebuah kursi roda, lalu Khansa di letakan di kursi
roda tersebut dan menyelimutinya lalu segera membawa Khansa keluar dari
rumah sakit dengan menyamar sebagai tenaga medis, sehingga memudahkan pekerjaan
menculik ini.
Mereka berdua dengan
cepat membawa Khansa masuk ke dalam mobil SUV hitam mereka, yang sengaja di
parkir di area yang buta akan perekam CCTV.
…
Maharani terus menunggu sebuah pesan, tengah malam, Maharani menerima sebuah
foto tak senonoh milik Khansa. Maharani tersenyum licik karena terlalu membenci
Khansa.
Foto tersebut
memperlihatkan gaya yang sangat erotis. Pria ini terlihat sedang berlutut
dengan kedua lututnya dengan ada tubuh Khansa di bawahnya, namun dengan tetap
masih mengenakan cadar, hanya sedikit menaikan sisi cadar Khansa. Ini segaja
karena khalayak banyak mengenal Khansa dengan memakai cadar. Jika dibuka maka
netizen nanti akan sangat mudah menyangkal jika itu adalah Khansa.
“Bagus”! ujar
Maharani.
“Bagaimana rasanya?”
balas pesan Maharani.
“Gadis ini benar-benar
sangat bagus,” jawab pesan singkat itu dengan lugas dan cepat.
Setelah mentransfer
pembayarannya, Maharani tersenyum dengan sangat licik sambil memuji
pekerjaa para penculik tersebut, “kerja bagus.”
Maharani adalah dalang
dibalik penculikan oleh dua pria berbaju hitam itu. Rencana Maharani adalah
memberikan foto-foto tak senonoh itu kepada Media.
Maharani membeberkan foto tak senonoh itu ke internet untuk merusak nama baik
Khansa. Tidak lama kemudian, para netizen mulai berguncing.
[Hei! Tak disangka
ternyata Khansa ini benar-benar J*lang sejati dan mesum]
[Kehidupan malam Nona
Muda yang tidak pernah terekspos, sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh
juga, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai tetap saja baunya tercium]
[Wanita sial, setelah
merusak pertunangan saudara perempuannya dia malah merayakan dengan
bersenang-senang dengan orang lain]
[Bukankah Khansa ini
sudah menikah dengan salah satu tuan muda Sebastian?]
[Khansa ini
benar-benar wanita sialan! Suaminya sakit-sakitan lalu mencari pria diluar.
Lihat saja pakaian yang berserak di lantai, itu adalah pakaian pria yang aku
berani bertaruh itu lebih dari satu orang]
[Sungguh wanita yang
tidak patut ditiru, membuat buruk citra wanita saja si Khansa ini]
[Mati adalah lebih
baik baginya]
[Usir saja! Jangan biarkan
dia tinggal di kota Palembang ini, membuat buruk citra kota Palembang kita
saja]
[Sungguh tidak tahu
malu, jika wanita ini masih berani untuk hidup]
[Kasihan keluarga
Isvara harus menanggung malu tentang hal ini]
Tawa Maharani semakin
terdengar renyah, Maharani telah membayar penculik itu dengan nilai yang sangat
mahal, lalu menggunakan kenalannya dalam dunia hiburan untuk memviralkan
foto-foto Khansa yang terlihat tidak senonoh itu.
Karena itulah
foto-foto skandal itu jadi lebih mudah terbit tanpa sensor dan menjadi trending
topik nomor satu di pencarian dunia maya berkat bantuan kolega Maharani
tersebut.
“Nona Muda yang
cabul,” judul trending topik pada hari ini.
Bahkan Maharani
menggunakan jasa penyuara untuk di media-media online, mereka dibayar untuk
memperkeruh berita viral tentang Khansa, menyebarkan komentar-komentar
kebencian untuk memojokan citra Khansa menjadi buruk.
Kali ini Maharani
telah merasa menang, merasa sudah berhasil mendorong Khansa masuk kedalam
jurang, tanpa bisa kembali lagi ke permukaan.
“Selamat menikmati
kehancuran,” tawa Maharani dalam ucapnya.
Bagi Maharani mata
harus dibayar dengan mata, Khansa menghancurkan kehidupan putriny, maka
kehidupan Khansa juga harus hancur. Dengan begini barulah bisa dikatakan impas.
Jihan menyadari hal
itu dan segera mencari Maharani untuk memastikan dengan Maharani tentang foto
tak senonoh yang tersebar di internet.
“Bu! Apa foto-foto
skandal Khansa itu adalah perbuatan ibu?” tanya Jihan.
Maharani mengangguk
dengan puas, akhirnya Khansa bisa terjebak, “Bu! Kau memang luar biasa,” puji
Jihan.
“Benar-benar gila foto tersebut, sungguh erotis,” ujar Khansa.
“Bu apakah pria-pria
itu benar-benar meniduri Khansa?” tanya Jihan lagi.
“Tentu saja,” jawab
Maharani.
“Aku telah membayar
mereka dengan mahal untuk menodai Khansa,” jelas Maharani lagi.
“Dibayar mahal,
mendapat barang gratis, hanya orang bodoh yang menolaknya,” ujar Maharani lagi.
Jihan melompat
kegirangan seraya menepuk kedua tangannya dengan senang, “Rasakan kau j*lang,
siapa suruh kau suka sekali menggoda pria-pria.”
“Sebentar lagi Khansa
pasti akan mengalami stress tingkat tinggi karena merasa malu,” ujar Jihan.
Jihan mulai
kegirangan, kelihatannya Khansa si rubah penggoda sangat pantas digilir pria!
Jihan tertawa keras, “Hahaha!”
ππππππ��πππππππππππππ
Bersambung episode
selanjutnya.
MAU TAHU BAGAIMANA
AKAL KHANSA UNTUK MELOLOSKAN DIRI DARI KEJAHATAN ANAK DAN IBU DURJANA, TETAP
STAY TUNE YA,
Jangan lupa tetap like
vote dan dukungannya yah. komentar santunnya.
love you All
Arigato.

Komentar
Posting Komentar