PENGANTIN PENGGANTI (BAB 84 : KAIN SONGKET )
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 84 : KAIN SONGKET )
Khansa juga mau membelikan hadiah untuk Nenek Sebastian, “Ayo! Hadiah untuk Leon sudah, sekarang aku ingin mencari hadiah untuk Nenek.”
“Kau ingin memberikan
apa?” tanya Emily.
Khansa tahu apa yang
disukai Nenek Sebastian, “Kain songket.”
“Jika begitu, kita
cari songket Bali benang emas” ujar Emily.
“Songket bali benang
katun juga bagus,” tukas Khansa.
“Benang emas, perak, katun dan kombinasi saja jika begitu,” usul Emily.
Khansa pun mengiyakan
usul Emily, membeli semua jenis kain songket khas Bali. Songket Bali benang
emas, perak katun dan Kombinasi.
Songket Bali benang
emas adalah tergolong kain songket yang mahal harganya. Kain ini memiliki motif
yang rapat dan sulit juga benang yang di gunakan adalah benang emas. Semakin
rumit motif dan bahan semakin bagus maka harga songket akan semakin mahal.
“Ayo masuk! Ini adalah
butik terbaik,” ajak Emily kepada Khansa.
“Makin halus tenunan,
makin rumit corak songketnya dan makin berat songketnya (menandakan bahwa
songket tersebut dibuat dari benang emas asli) berarti makin tinggi pangkat dan
kedudukan orang yang mengenakannya,” jelas Emily.
“Jika begitu, kita
cari kain songket yang seperti kau katakan tadi,” ujar khansa.
Mereka pun
melihat-lihat motif kain songket, dan memilih motif terbaik yang ada di butik
tersebut.
“Ini sepertinya cocok untuk Nenek,” gumam Khansa.
“Bagaimana?” tanya Khansa
seraya menyodorkan kain songket yang sedang di pegangnya kepada Emily.
“Ini terlihat sangat bangsawan,” jawab Emily sembari mengedipkan satu
matanya.
“Sangat cocok!” puji
Emily kepada pilihan Khansa.
“Jika begitu yang ini
saja,” tukas Khansa.
Emily juga membelikan
songket Bali benang katun kepada seluruh team dan asistennya, Emily sengaja
membelikan ini karena Motif songket Bali benang katun sangat populer di Bali.
Warna pada kain ini sangat warna warni dan mencolok dapat di padukan dengan
warna apa saja.
Emily juga membelikan
untuk Khansa, “Pakailah nanti ketika kau memberikan hadiah untuk Leon.”
“Mengapa harus memakai
kain?” tanya Khansa bingung.
“Kain Songket
memberikan nilai tersendiri yang dapat menujukan “kebesaran” bagi orang-orang
yang mengenakan,” jawab Emily.
“Kau ini kan bukan
wanita biasa, apalagi suamimu! Jadi akan sangat pantas kau memakai ini untuk
ditunjukan kepada suami luar biasamu itu,” ujar Emily.
Khansa terdiam
memikirkan perkataan Emily dan bergumam, mengakui jika suaminya itu memang
sangat luar biasa mengesalkan hati, suka sekali menjahilinya dan menjebaknya
agar mau mengaku jika sudah cemburu. Tak tanggung-tanggung, bahkan sampai
membawa wanita lain untuk main ke rumah mereka.
Dalan pikiran Khansa,
nanti akan meminta pelayan untuk meletakan satu sapu lidi aren di setiap kamar
tamu.
Guncangan di bahu
Khansa dari Emily membuyarkan lamunan Khansa, “Hei! Kenapa malah melamun?”
tanya Emliy.
“Issh kau ini!
Lagi-lagi tidak mendengarkan apa kataku,” tukas Emily mengesal.
“Sudahlah, dalam satu
hari aku akan menjadikan kain songket ini menjadi sebuah rok yang manis
untukmu,” ujar Emily sembari memberikan kain songket tersebut ke asistennya.
“Bawa ini ke tempat
biasa, dan aku ingin selesai dengan cepat!” perintah Emily.
Khansa masih tinggal
beberapa hari lagi di Bali. Masalah foto tak senonoh dan kejadian Maharani
perlahan menghilang. Maharani masih memiliki koneksi yang cukup kuat,
untuk bisa menekan berita-berita tentang dirinya, ditambah Fauzan juga
melakukan sesuatu.
Bukan karena menjaga nama
baik Maharani, tapi karena tidak ingin reputasinya rusak oleh berita viral
tersebut, lalu merusak koneksi bisnisnya. Perusahaannya saat ini sangat
membutuhkan dana kucuran untuk kelangsungan operasional. Setelah Khansa menutup
jalan dana dari tuan muda Ugraha perusahaan semakin memprihatinkan.
Bahkan sudah tidak
terasa aneh ketika Khansa mendengar jika Fauzan malah akan megadakan acara
perayaan hari jadi peringatan hari pernikahan mereka.
Hari jadi peringatan pernikahan Fauzan dan Maharani sudah dekat. Emily mendapat
info tentang tamu VIP di acara perayaan tersebut.
“Aku mendapat kabar
jika Arief Wandana, ayah angkat Maharani, adalah tamu VIP di acara
perayaan hari jadi pernikahan Fauzan dan Maharani,” ujar Emily.
“Arief Wandana punya
latar belakang yang kuat di dunia hiburan, investor dana kelas kakap,” jelas
Emily lagi.
“Apakah dia ini
penyokong karir Maharani?” tanya Khansa.
“Dari lingkaran
informasi yang aku ketahui sepertinya begitu,” jawab Emily.
“Arief Wandana ini
juga memiliki usaha di dunia medis,” jelas Emily.
“Aah! Jika begitu
tidak heran, sebab perayaan besar ini dibuat karena apa,” tukas khansa.
“Karena apa?” tanya
Emily.
“Jelas! Karena
investasi. Semua karena uang,” jawab Khansa.
“Owalah! Pantas saja
Maharani ini berani selalu berbuat jahat kepadamu, dan menyombongkan diri di
depan Fauzan saat ini, sehingga ayahmu itu selalu tunduk kepadanya,” ujar
Emily.
“Akhirnya!” gumam
Khansa senang.
Semenjak pulang dari
desa, Khansa sudah menunggu lama untuk hal ini. Khansa merasa Maharani sangat
pandai menutupi sensasi pendana yang satu ini. Tidak pernah tercium oleh media,
ini karena Arief Wandana ini memiliki latar belakang yang tak biasa. Emily pun
melanjutkan penjelasannya lagi.
“Aku dengar dia
memiliki istri yang luar biasa,”
“Luar biasa?” tanya khansa.
“Luar biasa galak,”
tukas Emily.
Masalah belakangan ini
sudah merusak koneksi Maharani di dunia hiburan selama beberapa tahun ini.
Maharani hanya bisa mengandalkan cara terakhir ini. Khansa pun mulai memikirkan
jenis permainan baru yang akan diberikan kepada Maharani.
“Apa kau bisa
mengundang Nyonya Wandana ke acara itu?” tanya Khansa.
Khansa menganalisa,
jika Fauzan meluluh lagi kepada Maharani, karena Arief Wandana, jadi mana rela
jika Khansa tidak merusak acara pencarian dana investasi tersebut. Fauzan
sangat mencintai keuntungan karena itu, mana tahan jika Khansa kali ini berdiam
diri tidak memberikan pelajaran kepada pasangan Isvara tersebut.
Emily pun menyetujui
mencari cara agar Nyonya Wandana bisa hadir di acara perayaan hari jadi
pernikahan Fauzan dan Maharani ini. Karena kabarnya nyonya Wandana selalu
melabrak pelakor yang berusaha menggoda suaminya.
“Ini akan menjadi
tontonan yang sangat menarik!” ujar Emily sambil menyeringai tertawa jahat.
“Tenanglah! Aku akan
bekerja keras untuk mengundang Nyoya Wandana datang, skenario sebagus ini mana
bisa dilewatkan begitu saja,” gumam Emily tertawa senang.
“Baiklah jika begitu
kita sepakat, aku datang dan bagianmu mengundang Nyonya Wandana untuk datang,”
tukas Khansa.
“Sepakat,” jawab
senang Emily.
Yang Emily dengar,
Nyonya Wandana tidak akan berlaku manis kepada wanita-wanita yang bermain genit
kepada suaminya. Dia pasti akan membuat wanita itu berhari-hari beristirahat di
rumah sakit.
Jadi sudah pasti Emily
akan mengerahkan seluruh jaringan koneksinya untuk mendatangkan Nyonya Wandana,
agar dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika Maharani menggoda
suaminya itu.
Setelah mencapai
kesepakatan, Khansa bersiap pulang untuk menghadiri acara.
Untuk membaca novel PENGANTIN PENGGANTI bab berikutnya
silahkan klik navigasi bab dibawah ini.
Kamu juga bisa menginstall atau mendownload aplikasi novel kesayangan
kamu. Misalnya novelku, noveltoon
dan aplikasi innovel. See u di bab
selanjutnya....muachh..

Komentar
Posting Komentar