PENGANTIN PENGGANTI (BAB 96 : 9999 MAWAR)
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 96 : 9999 MAWAR)
“Kau selama ini tinggal di surgamu! Karena kau telah kembali, maka ingat kata-kata aku ini! Semenjak kau kembali maka itu adalah hari di saat kau telah berpisah dengan surgamu,” tukas Khansa.
“Membiarkanmu sampai
selama ini adalah kebaikan terbesar aku kepadamu,” jelas lugas Khansa.
Di ujung sana, Hati
Yenny terasa baru saja dibakar oleh Khansa, terdiam sesaat lalu Yenny langsung
menutup sambungan telponnya.
Sedari kecil, Yenny
selalu memperhatikan Khansa, dan sudah memendam iri dalam diam. Merasa Khansa
sangat sempurna dari sisi mana pun. Jadi ketika Khansa di buang ke desa dengan
membawa predikat anak pembawa sial, dalam hati Yenny sungguh sangat senang.
Khansa terdiam, masih
berdiri menatapi layar ponselnya yang menggelap. “Peperangan sebenarnya akan di
mulai,” gumamnya.
Khansa pun meletakan
ponselnya di meja, lalu beranjak pergi mandi. Khansa mandi dengan air dingin,
menenangkan hati dan pikirannya, Maharani melahirkan dua putri. Jihan dan
Yenny.
Jika Jihan sedikit
bodoh, tidak teratur, ceroboh. Namun, beda hal dengan yenny isvara. bisa
dikatakan Yenny adalah lawan yang sepadan untuk Khansa.
Dulu ketika kecil,
yenny adalah anak yang pendiam. Di tiap kali Emily dan Khansa mengajak Yenny bermain,
maka Yenny akan malu-malu dan lebih banyak diam dan memperhatikan Emily dan
Khansa saja.
Tiba-tiba Khansa
teringat dengan sikap Emily yang sedari dulu tidak menyukai Yenny, Emily selalu
bilang jika Yenny itu bermuka dua. Dan selalu mengingatkan agar Khansa untuk
berhati-hati kepadanya.
Namun, Khansa
mengabaikan perkataan Emily hanya karena Yenny pernah menolongnya sekali dari
motor yang hampir menabraknya. Dan menganggap jika Yenny benar-benar tulus
kepadanya, sehingga dia pun terseret ke nerakanya.
Setelah menggempur
Jihan dan Maharani berhari-hari. Maka saat ini Khansa hanya ingin bersantai di
rumah saja. Merilekskan tubuhnya dan juga mengumpulkan tenaga untuk melawan
Yenny, lawan tertangguhnya.
Khansa merebahkan
dirinya di kursi malas, yang ada di pinggir kolam renang, pelayan datang
membawakan sebuah buku yang Khansa pinta juga sedikit cemilan dan segelas jus
jambu biji merah.
Khansa memainkan
ponselnya sembari memakan cemilan buah dan sedikit snack, baru saja membuka
salah satu media sosial, dan sudah menemukan trending topik tentang Yenny
Isvara.
Netizen membahas
betapa Yenny Isvawa adalah anak perempuan yang sangat berbakti kepada ibunya,
Mendengar ibunya terkena musibah, maka Yenny langsung saja pulang untuk
merawatnya.
Yenny memposting foto
Maharani yang nampak terpulas pucat di salah satu kamar VIP rumah sakit,
lalu Yenny juga memposting tangan mungilnya yang sedang memegang tangan
Maharani, dengan Caption, “Aku di sini, aku akan menjaga ibu dan juga Keluarga
Isvara. Setiap orang bisa berlaku salah, tiap orang juga berhak mendapatkan
pengampunan.”
Sontak saja kalimat
bijak Yenny itu mendapatkan respon yang positif dari para netizen, dan malah
berbalik mengatai-ngatai Khansa.
[Yenny ini memang
benar-benar wanita yang unggul]
[Malaikat keluarga
Isvara telah datang untuk mengusir iblis di keluarga Isvara]
[Ya, aku yakin
kepulangan Yenny ini akan bisa memperbaiki keadaan keluarga Isvara yang sedang
sangat terpuruk dan tercoreng hebat ini]
[Ya, Khansa adalah
iblis dan Yenny adalah malaikat]
[Yenny dari surga, dan
Khansa dari neraka]
Jihan memuji kakaknya,
karena kepintarannya netizen yang sedari awal mencaci maki keluarga mereka
telah berbalik memihak mereka.
“Kak! bagus kau telah
kembali. Anak sial itu benar-benar menghancurkan keluarga kita. Mengahancurkan
pertunagan aku dengan Tuan Muda Ugraha, bahkan membuat Ayah mau menceraikan
ibu,” cerita Jihan.
Yenny mendengarkan
ocehan Jihan dengan acuh tak acuh, sambil terus membaca komentar-komentar yang
menyudutkan Khansa. Dalam hati Yenny tentu saja merasa senang, sudah merasa
menang satu poin.
Yenny juga paham
Khansa adalah lawan yang tangguh, karena itu sedari kecil ketika bermain dengan
Emily dan Khansa, maka Yenny hanya terus memperhatikan semua sikap dan
pemikiran Khansa.
Kelemahan Khansa
adalah terlalu baik, karena itulah di waktu itu Yenny memanfatkan kebaikan hati
Khansa ini untuk bisa menyeretnya ke dalam neraka yang dia ciptakan.
Namun ketika mendengar
suara yakin Khansa tanpa cela, Yenny berpikir jika Khansa sudah sangat siap
melawannya. Karena itu Yenny mengambil serangan awal lebih dulu untuk menyerang
Khansa, membunuh karakter Khansa lagi.
Dunia Netizen memang
mudah di pancing, cukup mengeluarkan satu postingan yang menggiring opino
pembaca, maka orang yang akan di sudutkan sudah pasti akan di ejek, di
jelek-jelekan oleh netizen Beo, yang bisanya hanya membeo menyebarkan perkataan
buruk tanpa bukti yang kuat.
Meski Yenny selama ini
berada di luar negri, namun media sosialnya telah mendapatkan banyak pengikut.
Yenny di kenal dengan kepintarannya dalam dunia medis.
Khansa tiba-tiba
tersedak ketika sedang meminum juicenya, karena tiba-tiba pesan di media
sosialnya di serang dengan banyak pesan-pesan penuh kebencian. Namun, Khansa
membukanya dengan santai dan membacanya hanya dengan tertawa saja.
Khansa tidak menjadi
membaca bukunya, jujur saja serangan awal dari yenny telah menghancurkan
moodnya. Khansa pergi ke ruang kerja Leon.
Paman Indra yang
melihat Khansa yang tengah mencari tuannya, mengatakan jika hari ini tuan muda
sebastian tidak bekerja dari rumah.
“Ini! Tuan
meninggalkan ini untuk Nyonya,” ujar Paman Indra seraya memberikan sebuah
kotak.
“Ah terima kasih!”
jawab Khansa sedikit merona.
Khansa pun membawa
kotak itu ke kamarnya, lalu duduk santai di sofa dan membukanya. Itu adalah
sekotak coklat kacang almond. Ada sebuah kartu kecil bertuliskan pesan
dengan guratan tangan yang terlihat tegas.
“Aku masih mengingat
hal manis semalam, meski coklat ini tidak semanis hal semalam aku harap bisa
membuat mood-mu hari ini bertambah bagus.”
Rona bahagia di wajah
Khansa terlihat kentara, merasa bahagia Khansa memasukan satu bulat coklat
kacang almond itu ke mulutnya.
“Tuan Sebastian, apa
sedang menyuapku dengan makanan manis, agar nanti malam bersedia bersikap manis
lagi!?” isi pesan Khansa kepada Leon.
“Maukah?” tanya belas
pesan Leon kepada Khansa.
“Tergantung?” balas
pesan Khansa kembali kepada Leon.
“Tergantung hadiah apa
yang akan kau berikan lagi kepadaku!” jawab khansa lagi.
“Jika begitu apa yang
kau inginkan lagi?” tanya Leon.
“Mawar!” pinta Khansa.
“Ok!” jawab Leon.
“Bukan satu tangkai!”
pinta Khansa.
“Ingin berapa banyak?”
tanya Leon memastikan.
Khansa nampak sedang
berpikir sambil menggigit ujung bibirnya, lalu mengirimkan pesannya lagi, “9999
tangkai bunga mawar!”
Leon tidak membalas
pesan Khansa lagi, ini membuat Khansa berpikir jika Leon tidak akan memenuhi
keinginannya. Tapi, siapa sangka tidak memakan waktu lama beberapa truk
mendatangi kediaman Villa Anggrek. Paman Indra dan beberapa pelayan nampak
tergopoh gopoh melihat karena tiba-tiba banyak bunga mawar terjejer di halaman
depan Villa Anggrek.
“Astaga! Dia benaran
menganggapnya serius,” gumam Khansa sedikit takut.
Untuk membaca novel PENGANTIN PENGGANTI bab berikutnya
silahkan klik navigasi bab dibawah ini.
Kamu juga bisa menginstall atau mendownload aplikasi novel kesayangan
kamu. Misalnya novelku, noveltoon
dan aplikasi innovel. See u di bab
selanjutnya....muachh..

Komentar
Posting Komentar