PENGANTIN PENGGANTI (BAB 97 : SATU SAMA )
PENGANTIN PENGGANTI (BAB 97 : SATU SAMA )
Khansa yang sedang menemani Nenek Sebastian di taman jelas saja jadi terkaget-kaget ketika melihat pelataran Villa Anggrek telah dipadati oleh banyak bunga mawar.
“Ada apa ini! Siapa
yang mengijinkanmu membuat kerusuhan di kediaman Sebastian!?” tanya marah Nenek
Sebastian.
“Nyonya! Ini semua
adalah yang di pesan Tuan Muda Sebastian,” jawab salah satu koordinator
pengiriman bunga mawar ini.
“Apa bocah itu baru
saja kehilangan otaknya,” gumam marah Nenek Sebastian.
Khansa langsung
menyelak perkataan Nenek Sebastian, “I-ini … sebenarnya ini … Leon baru saja
memenuhi permintaanku,” ujarnya malu-malu.
“Ah! Ini semua
untukmu?” tanya Nenek Leon.
“Iya Nek,” jawab
Khansa bertambah malu.
“Benarkah? Ah jika
begitu kita akan merawat mawar ini baik-baik,” ujar Nenek Sebastian seraya
mengerahkan seluruh pekerja Villa untuk menangani mawar-mawar itu.
Mendengar jika cucu tampannya
itu sudah sedikit manusiawi, tentu saha Nenek Sebastian merasa tenang dan
senang.
Nenek Sebastian sibuk
dengan mawar-mawar, Khansa langsung saja berlari, pergi ke kamarnya dan
mengambil ponselnya di atas nakas, lalu segera mengirim pesan kepada Leon.
“Yang benar saja 9999
tangkai mawar benaran kau kirim?” isi pesan Khansa.
“Aku adalah orang yang
tepat janji,” balas pesan Leon kepada Khansa.
“Ya Tuhan, memang
benar-benar tidak bisa dipermainkan,” pikir Khansa terhadap suaminya itu.
Notifikasi pesan masuk
lagi, Khansa segera melihatnya, itu adalah pesan dari Emily, “Aku sudah melihat
kehebohan di media sosial, apa kau baik-baik saja?” tanya Emily.
“Menurutmu untuk
seorang wanita yang memelihara harimau! Apakah berita remeh temeh itu akan
menyakitiku?” jawab Khansa.
“Ah ya, sudah kuduga,”
jawab Emily seraya memberikan emoji senyum dan tanda love yang banyak.
“Terbaik,” puji Emily
kepada Khansa
“Apa aku bilang sedari
dulu, Yenny itu adalah Nenek sihir dengan banyak topeng, bukan hanya bermuka
dua,” isi pesan Emily lagi di akhiri dengan tanda seru yang banyak, menandakan
bahwa saat ini dia sangat emosi.
“Wanita itu
benar-benar licik, kali ini kau harus lebih berhati-hati, dan harus lebih licik
daripada dia!” isi pesan penuh emosi dari Emily lagi.
Khansa juga memahami
ini, Yenny telah berhasil masuk ke salah satu universitas yang sulit dimasuki.
Dengan mengambil
bidang Farmasi, salah satu jurusan kuliah paling sulit di dunia. Di
jurusan ini, ada pelajaran tentang anatomi tubuh, Matematika, Kimia,
Fisika, Biologi sel, tumbuhan obat, hingga kosmetik. Pemasaran dan Manajemen
pun tak luput dipelajari!.
Yenny berhasil masuk
di universitas favorit di luar negeri yang memiliki kuota mahasiswa terbatas.
Sementara jumlah calon mahasiswa yang ingin masuk dipastikan cukup banyak.
Khansa berpikir jika
dia tidak dibuang ke desa, maka bisa jadi saat ini Yenny hanya akan ada di
urutan kedua, setelahnya.
Khansa memikirkan
tentang universitas itu, dia tentu tahu universitas ini, bahkan sangat
mengenalnya.
Khansa menyeringai, “Santai
saja, aku sangat ingin melihat trik apalagi yang akan dia mainkan nanti,” isi
pesan Khansa lagi.
“Kau terlihat sangat
tenang, apa kau sudah memiliki trik untuk mengalahkannya?” tanya Emily seraya
menyeringai sambil menatapi ponselnya.
Khansa menuangkan
secangkir teh untuk dirinya, dan menyesapnya dengan tenang. Khansa teringat
mawar-mawar yang Leon kirimkan, Khansa pun turun ke bawah, dan segera
memotretnya untuk di tunjukan kepada Emily.
Khansa mengirimkan
foto dirinya di tengah-tengah mawar-mawar tersebut, dengan Caption, “Ada cinta
di setiap tangkainya,”
Emily melihat foto itu
dengan tersenyum jahil, dengan segera Emily mempostingnya di akun media
sosialnya. “Memiliki suami yang sangat mencintai sungguh sahabatku ini sangat
beruntung, orang baik bertemu dengan orang baik,” tulis caption Emily di akun
media sosialnya.
Sontak saja, postingan
Emily itu mendapatkan reaksi yang tak kalah banyaknya dengan postingan Yenny.
Postingan Emily juga banyak menuai komentar yang memuji kecantikan Khansa meski
wajahnya berbalut cadar.
[Dilihat dari binar
matanya, Khansa ini jika membuka cadarnya pastilah akan bisa menyaingi Dewi
Emily kita]
[Waw, bertabur mawar.
Itu artinya bertabur cinta]
[Beruntung sekali jika
bisa dicintai seperti ini]
[Khansa adalaha Dewi
dari dewi Emily kita, jadi siapa yang menyenggolnya maka mereka juga berarti
menyenggol Dewi Emily kita! Itu artinya mereka akan berhadapan dengan kita]
[Ya tak peduli jika
kau seorang jenius, menyinggung Dewinya Dewi Emily kita itu artinya kalian
mengajak kami untuk berperang]
[Dewi Khansa kami
bukanlag gadis desa biasa, jika bisa dibandingkan maka yang paling pantas
adalah membandingkan dengan dewi yang baru saja turun dari Khayangan]
Postingan Emily ini
benar-benar jitu, bisa menggeser trending topik yang seharian hampir dikuasi
oleh Yenny. Belum satu jam di posting, puluhan juta pengikut Emily telah
menshare itu belasan jutaan kali.
Dalam ruang pertemuan,
di hotel nampak Leon tidak bisa berkonsentrasi. Tidak mendengarkan dengan baik
isi materi pertemuan hari ini, tapi malah asyik membaca komentar-komentar yang
sedang menjadi trending topik.
Dalam hati Leon merasa
puas senang, jika Khansa menyukai mawar-mawar darinya. Membayangkan hal-hal
manis seperti semalam, benar-benar langsung membuat tubuh Leon seperti kesemutan
dari ujung kaki hingga menjalar ke kepalanya.
Di rumah, Khansa
membaca pesan dari Emily lagi, “Cek akun media sosialku!” perintahnya.
Khansa langsung saja
mengeceknya, lalu samar-samar wajahnya menyeringaikan senyuman puas.
“Satu sama,” gumam
Khansa.
Khansa sengaja
mengirimkan foto selfienya di tengah taburan bunga mawar dan mengirimkannya
kepada Emily, memanfaatkan pengikut Emily untuk membungkam pengikut Yenny.
Pengikut dirinya di
media sosial tidak sampai satu juta orang, sementara Yenny sudah lebih dari
satu juta, jadi jelas dia kalah angka pengikut. Sementara, Emily memiliki dua
puluh juta pengikut, jelas Yenny akan kalah telak, karena itu dia meminjam
tangan sahabat baiknya itu untuk menampar wajah Jenny.
Di rumah sakit, wajah
Yenny memuram karena melihat trending topik yang dia ciptakan telah merosot
turun. Level kebencian Yenny kepada Khansa pun meningkat satu level lebih
tinggi.
“Kak! Si Khansa ini
benar-benar memang harus segera dibasmi,” gumam Jihan.
“Lihatlah dia, begitu
pandai menghempaskan berita heboh yang baru saja kakak buat!” tukas Jihan.
Hati Yenny semakin
membara mendengar celotehan Jihan itu, tadi pagi baru saja memuji ide postingan
cemerlangnya, dan sekarang malah sudah memuji balik Khansa tanpa dia sadari.
Yenny sudah merasa memang
Jihan ini berbeda jauh darinya, tidak pandai dan selalu saja membuat kesalahan.
Yenny merasa jika keberadaan Jihan ini nanti malah akan bisa mengganggu
rencananya.
“Diamlah! Aku akan
memikirkan cara lainnya lagi nanti. Saat ini kesehatan ibu lebih penting,”
ujarnya sembari berdiri untuk memeriksa laporan kesehatan Maharani.
“Tenanglah bu! Aku
tidak akan membiarkan Khansa menghancurkan keluarga kita. Tidak akan
mengijinkan Ayah menceraikan ibu,” janji Yenny.
Untuk membaca novel PENGANTIN PENGGANTI bab berikutnya
silahkan klik navigasi bab dibawah ini.
Kamu juga bisa menginstall atau mendownload aplikasi novel kesayangan
kamu. Misalnya novelku, noveltoon
dan aplikasi innovel. See u di bab
selanjutnya....muachh..

Komentar
Posting Komentar